Pergerakan Tanah di Tegalsari Terus Terjadi, Permukiman Ditutup

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pergerakan tanah di Dusun Kacangan Krajan Desa Tegalsari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, hingga Sabtu (16/01/2021) masih terus terjadi. Dua rumah rata dengan tanah sedangkan lima bangunan lainnya dipastikan sulit untuk diselamatkan.

Dua rumah ambruk terdata milik Zaenal Abidin dan Mad Yunus. “Ada satu lagi posisinya sudah miring, tinggal tunggu waktunya ambruk saja, yakni punya Wasilah,” ungkap Kaur perangkat Desa Tegalsari Ponco Daryanto, kepada KRJOGJA.com.

Sementara empat bangunan rusak parah karena berada di titik pusat pergerakan tanah. Bahkan tapak bangunan itu sudah ada yang ambles hingga atapnya sejajar dengan permukaan tanah di sekitarnya.

Pergerakan tanah diduga dipicu longsor rayapan yang terjadi di lahan di bawah permukiman. Arah gerakan tanah menuju aliran Sungai Brengkok II di lembah yang berjarak kurang lebih seratus meter dari permukiman.

Namun gerakan lambat tanah itu tidak menimbulkan korban karena sudah diantisipasi masyarakat. “Begitu muncul gerakan dan kami minta warga mengungsi. Ada 38 jiwa penghuni 13 rumah itu kami minta pindah ke lokasi aman,” katanya.

Pemerintah setempat kemudian memasang garis larangan untuk mencegah warga beraktivitas di areal bencana. Permukiman terdiri atas 13 bangunan rumah dan musala itu ditutup untuk sementara waktu.

Selain itu, didirikan pos pemantau dan warga juga memasang alat pengeras suara pada pos itu. “Kami umumkan lewat pengeras suara agar warga menjauh dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Berdasar hasil koordinasi dengan pihak BPBD dan unsur TNI/Polri, katanya, ada sebagian ruas jalan poros di dekat lokasi bencana yang ditutup bagi kendaraan roda empat dan enam. “Sementara mobil dan truk tidak boleh melintas, sebab menimbulkan getaran dan bisa memperparah gerakan tanah,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI