Perguruan PS MAS Pertahankan Silat Tradisional

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebagai cabang olahraga (Cabor) bela diri tradisional, silat merupakan bela diri yang berbeda dengan cabor bela diri lainnya. Beladiri ini merupakan paduan antara olahraga dan seni. Bahkan dalam setiap kegiatan, menjadi sebuah pertunjukan yang diiringi dengan perangkat musik tradisional, sehingga menjadi tontonan yang menarik.

“UNESCO saja mengakui silat dari nilai tradisinya, bukan prestasi,” kata Pengampu Perguruan Silat Manunggal Ati Suci (PS MAS) Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo H Muslimin, Kamis (02/07/2020).

Sebagai olahraga tradisional lanjut Muslimin, berbagai perangkat, termasuk pakaian dan senjata juga tradisional. “Kita tetap berupaya mempertahankan nilai tradisinya,” tandasnya.

Hanya saja untuk mempertahankan nilai tradisi ini bukan hal mudah, bahkan untuk seragam atlet saja harus dipesan di luar daerah. “Biasanya untuk pakaian dipesannya dari Jakarta lengkap dengan ikat kepala seharga sekitar Rp 700.000 per unit,” jelasnya.

Sedang perangkat lainnya seperti pedang, khusus dipesan dari Bandung. Perangkat lainnya, selain pedang masih ada senjata wajib berupa golok dan toyak. Juga samurai, culit, doble stik, body trektor, pecing, karambit, trisula, serta sansak.

“Kita semua sudah lengkap meskipun jumlahnya belum memenuhi seluruh atlet yang berjumah sekitar 50 atlet,” kata Muslimin yang mengaku setiap tahun selalu ambil bagian dalam Festival Malioboro. (Nar)

BERITA REKOMENDASI