Perguruan Tinggi Islam Terlambat Terapkan Kurikulum KKNI

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Mayoritas perguruan tinggai Islam di wilayah Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) wilayah X  Jawa Tengah terlambat menerapkan kurikulum baru. Hal ini terjadi karena sosialisasi yang kurang. Padahal untuk menerapkan kurikulum baru butuh berbagai persiapan. Terutama para tenaga pengajar atau dosen, serta sarana dan prasarananya (sarpras).

“Pada prinsipnya tidak berbeda jauh dengan kurikulum sebelumnya, namun kurikulum yang baru ini jauh lebih bagus,” kata Pembantu  Ketua (Puket) I Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An-Nawawi Berjan Kabupaten Purworejo Sahlan SAg MSi.

Untuk persiapan melaksanakan kurikulum baru ini, STAI An-Nawawi menggelar workshop dan sosialisasi kurikulum baru berbasis kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) bagi para dosen. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Ganesha Purworejo ini berlangsung selama dua hari  hingga, Minggu (30/07/2017) dengan peserta 33 orang dosen tetap dan tidak tetap.

Dalam kurikulum ini menurut Sahlan, pihak pemerintah hanya menentukan standar secara umum (nasional), namun dalam penerapannya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing. “Dengan cara ini STAI An-Nawawi cukup siap meskipun masih ada sedikit kendala, terutama pada sarpras,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI