Perhutani dan Polda Jateng Gelar Pembinaan Anggota Polhut

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Jajaran Polisi Hutan (Polhut) dari Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara dan KPH Kedu Selatan, mengikuti pembinaan dan penyuluhan Polhut Divre Jateng Tahun 2021 yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dengan tema Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Penularan Vovid-19.

Administratur KPH Kedu Utara, Damanhuri ditemui Sabtu (19/6/2021) mengatakan, ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepolisian Daerah Jawa Tengah atas pembinaan dan penyuluhan yang diberikan kepada jajaran Polhut Perhutani KPH Kedu Utara dan KPH Kedu Selatan.

“Dalam menjaga hutan agar tidak terjadi kebakaran hutan, kita melalui learning sistem mengantisipasi agar tidak meluas. Selama ini, kami sangat terbantu dengan para relawan dalam hal ini para pecinta alam yang merupakan organisasi yang rapi khususnya di Temanggung sehingga bisa mengerakan masyarakat,” katanya.

Pada pembinaan yang dilaksanakan di Lapangan Kledung, Kabupaten Temanggung, Selasa (15/6/2021) kemarin itu, dipimpin langsung oleh Kasubdit Bin Satpam Polsus Polda Jateng, AKBP Nunuk Setyowati SIK,MH. Dalam paparannya, ia menyampaikan, Hutan dan sumber daya alam hayati bermanfaat secara ekonomi, ekologi dan sosial budaya bagi bangsa Indonesia.

Terkait hal itu, harus dikelola secara provesional agar manfaatnya lestari tidak rusak baik kawasan maupun hasil hutan tumbuhan serta satwa liar dari manusia perlu adanya upaya perlindungan hutan.

“Polhut adalah pejabat kehutanan sifat tugasnya menyelenggarakan dan atau melaksanakan usaha perlindungan hutan yang diberi kuasa Undang-Undang berwenang melakukan tindakan kepolisian, khusus terbatas di bidang kehutanan dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kemudian, memberdayakan sejumlah posko yang bertugas menanggulangi kebakaran hutan di semua tingkatan,” imbuhnya.

Pemberdayaan ini, lanjutnya, juga harus disertai dengan langkah pembinaan terkait tindakan apa saja yang harus dilakukan jika kawasan hutan telah memasuki status Siaga I dan juga Siaga II.

“Selain itu, memantapkan koordinasi antara sesama instansi yang saling terkait melalui Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Nasional (PUSDALKARHUTNAS), dan juga di level daerah dengan Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Daerah (PUSDALKARHUTDA) tingkat I, dan Satuan Pelaksana (SATLAK) kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI