Peringatan Khaul ke-10 Gus Dur, Bupati Wonosobo Persembahkan Puisi

Editor: KRjogja/Gus

WONOSOBO, KRJOGJA.com – "Kami kenang Gus Dur sebagai jalan. Tak hanya fatwa. Kami kenang sebagai tuntunan segenap jiwa. Karena jalanmu gus, kami tak bisa berpura-pura,".

 

Demikian sekelumit bait puisi berjudul 'Jalan Gus Dur' dipersembahkan Bupati Wonosobo Eko Purnomo dalam peringatan Khaul ke-10 mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/12).

Dalam kesempatan ini juga disampaikan testimoni dari sejumlah tokoh atas kiprah Gus Dur dalam berkebudayaan maupun memperjuangkan kemanusiaan semasa hidupnya. Salah satunya tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Gus Yahya Staqut dan budayawan (pelawak) Kirun. Selain itu, dalam khaul dibanjiri ribuan masyarakat yang rela berpanas-panasan di bawah terik matahari ini, juga dilalukan doa bersama oleh umat lintas agama dan budaya.

Bupati menyampaikan bahwa akhir-akhir ini baik yang ada di media sosial maupun yang ada di dunia nyata, sudah lalai, lupa, dan tidak mengerti tentang apa yang diperbuatnya. “Saat ini banyak yang tidak bisa membedakan mana yang kritik, mana yang menghina. Mana yang kritik, mana yang menjelek-jelekkan. Mana yang kritik, mana yang menghasut. Mana yang kritik, mana yang menghujat,” katanya.

Untuk itu, melalui momentum Khaul ke 10 Gus Dur kali ini, diharapkan dapat berimbas positif kepada pembentukan karakter, watak, dan kepribadian masyarakat menuju masyarakat yang lebih religius, berbudaya, berkarakter, dan berkualitas.

Sememtara Gus Yahya Staquf, berpesan agar masyarakat Wonosobo menjadi tauladan dan meniru jejak kiprah dan perjuangan mendiang Gus Dur. Menurutnya, banyak yang menjadi kebangaan terutama pada ajaran pluralisme yang kini bisa dirasakan semua umat dari berbagai agama.

"Peran lain yang patut dijadikan contoh adalah perlunya membangun karakter umat agar tidak mudah terpecah belah di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Persatuan umat, harus tetap dijaga agar jalinan silaturahmi antar sesama tetap kokoh," tandasnya.

Dalam acara ini, juga tampil pelawak Kirun yang memberikan hiburan lawakan segar yang mampu membuat hadirin tertawa terpingkal-pingkal. Sesekali Kirun juga menimpali cerita-cerita tentang Gus Dur yang patut dijadikan tauladan. Salah satunya adalah cerita kepiawaian Gus  Dur dalam merawat kerukunan umat yang patut dicontoh para pemimpin daerah, karena memiliki ciri khas dan tidak pernah membedakan kelas dan agama di masyarakat. (Art)

BERITA REKOMENDASI