Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Akmil dan Kodim Magelang Gelar Doa Bersama

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Dalam rangka memperingti Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 keluarga besar Akademi Militer (Akmil) Magelang mengadakan acara doa bersama di Masjid Al-Jihad Akmil, Minggu (30/9/2018). Ceramah agama dalam acara yang dihadiri Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa, Wakil Gubernur Akademi Militer Brigadir Jenderal TNI Wirana Prasetya Budi SE, Ketua, Pejabat Distribusi Akmil, Organik Akmil serta Taruna dan Taruni tersebut disampaikan KH Drs Ali Munir.

Gubernur Akademi Militer diantaranya mengatakan setiap tanggal 1 Oktober selalu diperingati Bangsa Indonesia sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut diperingati berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September, yang dikenal dengan singkatan G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Gerakan tersebut adalah gerakan yang akan merongrong ideologi Pancasila pada Bangsa Indonesia yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pancasila sebagai dasar ideologi Bangsa Indonesia merupakan pengikat, mengingat Indonesia secara geografi terdiri dari ribuan pulau yang masing-masing pulau didiami berbagai ras, suku, etnis, budaya dan agama. Pancasila yang sakti adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila masih didalami dan dihayati semua anak bangsa. 

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila harus mengembalikan sifat asli Pancasila, yang mampu menjadi pelindung semua anak bangsa dalam beragam perbedaan. Pancasila harus menjadi inspirasi, dalam berdemokrasi dan melaksanakan karya-karya kemanusiaan di tengah modernisasi peradaban. 

Acara doa bersama ini merupakan moment yang sangat tepat untuk memohon dan mendekatkan diri kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, agar sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI. 
Doa bersama dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke-73 tahun 2018 juga dilaksanakan di Kodim 0705/Magelang, Minggu. Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono SIP diantaranya mengatakan kegiatan doa bersama dimaksudkan untuk medoakan para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan Pancasila.

Merupakan sejarah kelam bagi Bangsa Indonesia, dengan terjadinya pemberontakan G30S/PKI. Dandim Magelang berpesan kepada seluruh prajurit dan ASN yang bertugas di Kodim 0705/Magelang agar senantiasa waspada terhadap bangkitnya paham komunis di Indonesia.

Doa bersama juga diisi dengan ceramah keagamaan oleh KH Kosim Ali Mustofa. Seusai Salat Magrib berjamaah, doa bersama dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil dan Salat Isya berjamaah. (Tha)

BERITA REKOMENDASI