Perjuangan Hidup, Warga Terdampak Bendung Guntur Gelar Doa Bersama

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Perjuangan hidup warga terdampak proyek nasional Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo tidak akan luntur. Mereka yang terdiri dari sekitar 800-an warga desa dari wilayah Kecamatan Bener Purworejo dan Kecamatan Kepil Wonowobo kembali menggelar doa bersama. 

Doa bersama digelar di halaman Gedung Kantor Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, dipimpin Kiai Idris dari Wonowobo dan kiai lainnya sercara bergantian.

“Perjuangan kita bukan untuk menolak proyek Bendung Guntur, namun menuntut hak-hak kita. Jangan salah, kalau ada orang mengatakan kita berjuang untuk menolak proyek besar itu, tidak benar,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Eko Siswoyo, Kamis (23/1/2020).

Gelar doa bersama ini serkaligus mendukung warga lain yang di ruang sidang serdang memperjuangkan haknya melalui jalur hukum.

Hak yang mereka tuntut berupa ganti untung tanah yang layak sesuai harga pasaran. Dengan harapan dari ganti untung itu warga bisa membeli lahan di tempat lain untuk bertani. “Kami sebagai petani tentu tidak bisa hidup tanpa lahan yang dapat ditanami,” sambung Eko Siswoyo.

Sebelumnya warga akan diberi ganti untung namun tidak didahului dengan musyawarah. Warga pernah dikumpulkan yang katanya untuk sosialiasi, tapi sesampainya di lokasi setiap warga disodori amplop berisi uang ganti untung. Jika didak bisa menerima, diminta melalui jalur pengadilan. 

“Maka kita tempuh melalui jalur pengadilan,” jelas Eko Siswoyo seraya mengaku ganti untung yang akan diberikan hanya Rp 50 hingga Rp 60 ribu per meter, jauh dari harga wajar.(Nar)

BERITA REKOMENDASI