Perjuangan Rakyat Terdampak Bendung Guntur Terus Berkobar

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Perjuangan dan doa akan terus berkobar, seiring dengan tuntutan warga terdampak Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten purworejo. Mereka menuntut ganti rugi yang layak bagi lahan mereka yang terdampak proyek  nasional ini.

“Di sini kami tidak menolak adanya mega proyek ini, kami hanya butuh keadilan terkait ganti rugi lahan warga,” kata R Muhammad Abdullah SE SH, Rabu (15/1).

Selama ini lanjut R Muhammad Abdullah selaku anggota DPRD Purworejo yang mendampingi rakyat terdampak bangunan Bendung Guntur, tidak pernah mendapat kepastian dan tidak pernah diajak musyawarah terkait ganti rugi lahan. “Masyarakat hanya  dikumpulkan, dan tiba-tiba disodori uang ganti rugi yang jumlahnya tidak sesuai keinginan” katanya dihadapan warga yang berkumpul di halaman Kantor Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kehadiran mereka di PN ini sekaligus memberikan dukungan moral terhadap proses hukum yang ditempuh rekannya Maksum warga Desa Guntur RT 03/RW 05 yang melakukan  gugatan terhadap BPN dan BBWSO  di PN.

“Ini murni perjuangan rakyat kecil yang selama ini merasa tertindas,” jelas R Muhammad Abdullah yang didampingi rekan anggota DPRD lainnya Rohman sesama dari daerah pemilihan Purworejo utara.

Keduanya mendampingi warga terdampak yang terdiri dari warga Desa Guntur, Kemiri, Nglaris, Limbangan, Legetan, Karangsari, Kedungloteng, Wadas dan Bener. Serta dari Wonosobo diantaranya warga Desa Burat Kecamatan Kepil.

Pada kesempatan itu Kiai Idris dari Wonowobo memimpin doa dengan memohon agar warga dimudahkan urusannya.”Kita juga memohon kepada Allah agar warga terdampak terhindar dari berbagai intimidasi. Berjuang bersama tanpa tindakan anarkis,” katanya. (Gnr)

 

BERITA REKOMENDASI