Perkara Penganiayaan Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo selesaikan perkara penganiayaan lewat restorafive justice atau keadilan restoratif, Jumat (1/4). Penuntutan atas perkara penganiayaan dengan tersangka Muh (42) warga Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo dihentikan jaksa.
Dihentikannya proses penuntutan atas tersangka Muh dilakukan setelah terjadi kesepakatan damai antara tersangka dengan korban. “Syarat keadilan restoratif sudah terpenuhi, terutama adanya kesepakatan damai antara tersangka dan korban. Berkas kami ajukan ke Kejati Jawa Tengah dan Kejaksaan Agung, alhamdulillah disetujui,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purworejo Eddy Sumarman SH MM.
Menurutnya, syarat dilaksanakannya keadilan restoratif atas perkara Muh itu juga terpenuhi, antara lain tersangka baru pertama kali melakukan tindak kejahatan, dan ancaman hukuman pidananya di bawah lima tahun penjara.
Keluarga tersangka juga sudah memberikan tali asih kepada korban sebagai bagian dari upaya perdamaian itu. Maka, lanjut Kajari Purworejo, perkara tersebut dapat diselesaikan dengan mekanisme restorative justice sesuai dengan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. “Maka sesuai dengan petunjuk pimpinan, dan semangatnya adalah mengedepankan keadilan serta hati nurani dalam upaya penegakkan hukum,” ujarnya.
Kasi Pidum Kejari Purworejo Windraswara SH MH mengungkapkan, upaya perdamaian antara kedua belah pihak telah dilakukan bersamaan dengan proses penuntutan. Muh, katanya, telah mengakui kelalaianya dan pihak korban mau menerima permintaan maaf tersangka.
Menurutnya, penganiayaan tersebut terjadi ketika ada kecelakaan lalu lintas di Desa Patutrejo Kecamatan Grabag antara mobil yang dikemudikan Har warga Karanganyar Surakarta, dengan pengendara sepeda motor, 13 Januari 2022 malam.
Tersangka Muh yang ada di lokasi kejadian menepikan mobil yang dikemudikan Har. “Lalu terjadi perselisihan dan tersangka memukul bagian wajah Har hingga terluka, dan korban melapor ke polisi. Tersangka Muh pun sempat ditahan 20 hari di Rutan Purworejo, selama proses penyidikan hingga berkas dilimpahkan ke Kejari Purworejo,” tuturnya.
Sementara itu, dalam proses penyerahan berkas penghentian penuntutan dan pengembalian barang bukti di Aula Kejari Purworejo, Muh terlihat menangis haru. Ia memeluk istri dan anaknya usai berkas restorative justice dibacakan Kajari Purworejo Eddy Sumarman SH MM.(Jas)
Caption :
Foto : Jarot Sarwosambodo
Keterangan : Proses restorative justice atas tersangka Muh di Kejari Purworejo.

BERITA REKOMENDASI