Perlu Kajian Rencana Pembangunan Mall

PURWOREJO,KRJOGJA.com – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo meminta ada kajian atas rencana pembangunan mall di wilayah itu. Perlu ada analisa mendalam untuk menentukan apakah rencana tersebut memberi keuntungan kepada masyarakat dan pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi B DPRD Purworejo Ngadianto kepada KRJOGJA.com, Rabu (14/6/2017). Menurutnya, selama ini belum ada informasi adanya kajian manfaat mall.

"Bupati Purworejo baru memaparkan rencana pembangunan mall di lahan milik pemkab di Jalan Gadjah Mada, dengan lahan seluas 11 ribu meter persegi. Saya bukan pada posisi setuju dan tidak namun mengingatkan jangan sampai hasilnya jadi kontraproduktif," katanya.
   
Kajian pembangunan tersebut penting mengingat pusat perbelanjaan tersebut akan memberi pengaruh bagi masyarakat Purworejo. Pengaruh yang paling dirasakan, katanya, antara lain terkait pemasaran produk UMKM.

Pemkab memiliki Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, Penataan dan Pengendalian Pasar Modern. Perda itu antara lain mengatur bahwa investor pasar modern wajib menjalin kemitraan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat.

Namun konsep tersebut tidak mudah diwujudkan karena UMKM terkendala pemenuhan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas produk. "Paling bisa dilaksanakan adalah menyediakan lokasi usaha khusus UMKM di pasar modern. Namun pelaksanaanya, tidak semua toko modern mau menyediakan itu," tegasnya.

Menurutnya, belum terjalinnya kemitraan pasar modern dengan UMKM membuktikan bahwa pemkab belum bisa sepenuhnya menjalankan perda tersebut. Pemkab diminta serius melaksanakan perda sebelum berpikir membangun mall. Pembangunan, katanya, juga harus berlandasan pada Perda 6/2014.

Ngadianto juga menyangsikan rencana pembangunan mall mencegah aliran uang masyarakat Purworejo lari ke daerah lain. Selama ini, sebagian masyarakat berbelanja kebutuhan di toko modern kota Yogyakarta dan Magelang.

"Kalau dikatakan uang tidak keluar daerah saya sanksi, sebab siapa pemilik gerai, mereka bukan orang Purworejo. Manfaat paling nyata hanya penyerapan tenaga kerja, sementara lainnya masih harus dikaji," terangnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI