Permintaan Ekspor Kayu Olahan Temanggung Meningkat

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Usai terpuruk pada masa Pandemi Covid-19 dalam satu tahun terakhir, permintaan ekspor kayu olahan di sejumlah perusahaan di Kabupaten Temanggung, mulai meningkat. Permintaan itu untuk tujuan ekspor ke sejumlah negara di asia dan eropa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung Agus Sarwono mengatakan perusahaan bidang perkayuaan di Temanggung kondisinya sekarang mulai membaik, sebagai dampak permintaan ekspor yang mulai meningkat sejak awal tahun 2021.

” Beberapa waktu lalu permintaan dari luar negeri turun, kini permintaan mulai naik. Ini sebagai sinyal positif untuk pertumbuhan ekeonomi,” kata Agus Sarwono, Rabu (21/4).

Agus mengemukakan, yang jadi permasalahan saat ini justru pada ketersediaan bahan baku. Berdasarkan informasi dari Apindo, kebutuhan bahan baku berupa kayu albasia atau sengon hanya mampu terpenuhi sekitar 50 persen. ” Tahun lalu kelebihan bahan baku, karena permintaan turun, kini kekurangan bahan baku,” terangnya.

Dia mengatakan, kesulitan barang baku tidak dari Temanggung, tetapi juga dari luar Kabuaten Temanggung. Selain itu, biaya pengiriman atau pengapalan juga naik. Penyebabnya, cuaca yang tidak mendukung, sehingga kapal tidak berani berlayar, atau waktu pengapalan membutuhkan waktu lama.

BERITA REKOMENDASI