Permintaan Ekspor Kopi Luwak Tinggi

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com  – Kopi luwak menjadi idola bagi pecinta kopi mancanegara khususnya kawasan Asia Timur. Permintaanya pun terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Terkadang membuat petani kuwalahan untuk memenuhinya.

Seorang pengusaha kopi "Sindoro Sumbing" Supratikto mengatakan permintaan kopi luwak meningkat dalam beberapa bulan dari kawasan Asia Timur, berbanding terbalik untuk permintaan kopi yang sama dari Eropa cenderung sepi.

" Saat ini booming kopi luwak dari Asia Timur, untuk Eropa sepi, dulu pada 2013 sempat booming," kata Supratikto, Rabu (3/10).

Dia mengemukakan pada September 2018 mendapat pesanan kopi luwak dari pengusaha di Taiwan sebanyak 10 kilogram yang dikirim dalam tiga tahap. Pengusaha tersebut beberapa waktu sebelumnya pernah membeli kopi luwak darinya.  " Pengusaha itu minta dikirim lagi setelah sempat berhenti beberapa tahun," katanya.

Dia menyatakan sebenarnya permintaan dari luar negeri cukup banyak, tetapi lewat pihak ketiga. Permintaan ini meningkat dari waktu ke waktu. Pihaknya melayani selagi kopi masih ada dan harga memenuhi. " Untuk kopi luwak harga mencapai Rp 1 juta per kilogram," katanya.

Dikatakan permintaan kopi luwak di dalam negeri relatif stabil, antara lain dari Yogyakarta dan Semarang.  Setiap bulan, pasti ada permintaan untuk dikirim sekitar dua hingga tiga kilogram dari beberapa hotel di Yogyakarta, Semarang, dan Temanggung.

Supratikto mengemukakan kini memiliki empat ekor luwak peliharaan, masing-masing luwak dapat menghasilkan kopi luwak 60 gram per hari. Kunci menjaga kualitas kopi luwak, ada pada pemeliharaan luwak.

"Jangan sampai luwak itu kelaparan. Jika sampai kelaparan kopi hijau pun dimakannya, jika ini terjadi kualitas kopi menjadi jelek. Luwak yang tidak kelaparan hanya makan biji kopi yang benar-benar masak," katanya.

Dia mengataka agar luwak bisa leluasa memilih kopi seperti di alam bebas maka setiap hari disedikan dua kilogram buah kopi dan rata-rata dimakan sekitar 0,5 kilogram yang akan menghasilkan 60 gram "green bean". (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI