Perpag Protes Aktivitas Penambangan Oleh Investor Pabrik Semen

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Adanya aktifitas penambangan kapur oleh investor pabrik semen di lahan seluas 147 hektar di 10 desa Kecamatan Buayan Kebumen menyebabkan polemik terhadap rencana pendirian pabrik semen di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan, Kebumen hingga kini terus berlanjut.

"Aktifitas penambangan itulah yang mendorong Perpag (Persatuan Rakyat Penyelamat Kawasan Karst Gombong) terus memprotes Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, karena Pemprov Jawa Tengahlah yang telah mengeluarkan IUP (Izin Usaha Penambangan) di lahan karst 10 desa tersebut," beber Ketua Perpag, Santilar, saat beraudiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Senin (10/12/2018), di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen.

Audiensi antara Perpag dengan jajaran Pemkab Kebumen yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Ahmad Ujang Sugiono, tersebut membahas tentang surat Perpag kepada Pemprov Jawa Tengah. 

"Surat itu berisi permintaan agar Pemprov Jawa Tengah mengkaji ulang kebijakan pengelolaan KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst) Gombong Selatan, demi menjaga kelestariannya," ujar Santilar.

Kendati amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) pabrik semen di Nogoraji tersebut sudah ditolak oleh tim penilai amdal di tahun 2016 lalu, namun kenyataan di lapangan menurut Santilar sangat meresahkan Perpag. Karena, adanya penambangan oleh pihak investor hingga kini di lahan 10 desa, diantaranya Banyumudal, Sikayu, Jatiroto, Purbowangi, Jladri, Nogoraji dan Karangsari.

"Kepada kami PT semen Gombong menyatakan bahwa mereka masih terus menambang guna kebutuhan pengkajian. Mereka juga menyatakan belum menutup peluang terhadap rencana pendirian pabrik semen. Pernyataan itu dilontarkan saat kami beraudiensi tanggal 25 Oktober 2018 lalu," jelas 
Santilar.

Ahmad Ujang Sugiono dalam tanggapannya menyatakan bahwa aktifitas penambangan oleh PT Semen Gombong baru pada tataran eksplorasi, belum mencapai tahap eksploitasi.

"Eksploitasi merupakan tindakan ilegal yang harus diselesaikan secara hukum. Pada dasarnya kami di Pemkab Kebumen satu visi dengan Perpag dalam hal pelestarian kawasan karst," ujar Ujang.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI