Perum Pepabri Borokulon, Permukiman yang Bertabur Aneka Sayuran

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com –  Warga RW 05 Perumahan (Perum) Pepabri Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip menyulap kompleks hunian mereka menjadi sebuah destinasi agrowisata. Warga mengangkat aneka potensi pertanian dan perikanan, untuk dikemas menjadi sebuah paket yang akan ditawarkan kepada publik.

Konsep tersebut dibangun warga sekitar delapan bulan lalu. Warga berswadaya membangun lingkungannya menjadi lebih asri. “Diawali dari ide warga dan pengurus RW, kemudian diwujudkan dalam program kegiatan karena semua setuju dengan konsep pembangunan kawasan itu,” tutur Ketua RW 05 Tri Budiyono, kepada KRJOGJA.com, Selasa (28/10/2020).

Konsep itu kemudian disosialisasikan dan mendapat respons dari tujuh RT di kompleks Perum Pepabri itu. Warga mulai melukis dinding dan ruas jalan. Mereka juga merumuskan strategi untuk mengatasi persoalan sampah, dengan membentuk bank sampah.

Warga juga menanam aneka sayuran di teras rumah mereka dengan media polibag. Tanaman kubis, terung, sawi, pokcoy, slobor, selada, bawang merah, daun bawang, seledri, dan lainnya, ditata rapi pada rak kayu.

Beberapa penghuni yang memiliki halaman cukup luas, memilih menanam buah-buahan. Jenis yang sudah produktif antara lain jambu citra, madu deli, dan jambu dalhari. Pemilik kebun siap melayani apabila ada pengunjung yang menginginkannya.

Sementara beberapa warga yang tinggal di tepi kompleks, memilih membudidayakan ikan lele, gurami, dan nila. Upaya yang dilakukan warga, katanya, membuahkan hasil. “Kami konsisten membangun konsep itu, sehingga kini bisa merasakan hasilnya. Perumahan kami jadi lebih bersih dan asri,” katanya.

Kecamatan Banyuurip juga menunjuk perumahan itu untuk mewakili kecamatan dalam lomba Kampung Cantik tahun 2020. “Lomba itu juga menjadi momentum bagi kami untuk mengenalkan potensi yang dimiliki kompleks Perum Pepabri,” terangnya.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Asri Perum Pepabri Choirunnisa mengatakan, kelompok tani juga mengambil peran membangun kawasan permukiman menjadi lebih hijau. KWT mengedukasi 281 kepala keluarga (KK) tentang cara memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya aneka sayuran.

Choirunnisa berharap konsep Kampung Cantik dengan budidaya sayur, ikan dan buah-buahan akan terus dikembangkan warga Perum Pepabri. “Sekarang perumahan kami bertabur sayuran, kondisi ini sangat jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain tambah asri, kita mendapat manfaat dari hasil panen, bahkan sekarang ada saja yang berkunjung ke Perum Pepabri,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI