Pesantren Sistim Pendidikan Solutif

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Pada era modern ini, pesantren merupakan salah satu sistim pendidikan yang solutif bagi kalangan anak di Indonesia, termasuk pula di kabupaten Temanggung. Pasalnya, disamping diberikan materi pelajaran keduniaan, pesantren juga mendirikan siswa dalam bidang keagamaan.

"Dengan kata lain selain memberikan pelajaran matematika, bahasa Inggris, pengetahuan alam, teknologi informasi dan pengetahuan umum lain, pesantren juga mengajarkan bidang keagamaan seperti tafsir alquran, hadis, bahasa Arab dan lain-lain," jelas Syaiful Anwar, pemateri pada seminar nasional smart printing ‘Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Digital’ yang digelar di Gedung Pemuda dan Olahraga Temanggung, Senin (19/12/2016).

Seminar yang digelar berkait dengan acara milad 30 tahun Pondok Pesantren Assalam, Kranggan, Temanggung ini diikuti sekitar 1000 peserta yang terdiri dari pejabat, wali santri dan kepala sekolah di Temanggung. Syaiful Anwar, salah seorang praktisi perenting nasional itu menyebutkan, dalam pesantren juga diajarkan kedisiplinan, ahlaq (Budi pekerti) serta teknologi indormasi.

Disebutkan, orang tua melek teknologi atau internet tersebut amat perlu sehingga dapat mendampingi anak-anak  tanpa teracuni arus globalisasi yang dibawa oleh gadget atau internet. Ia mengingatkan, agar orang tua menghindari mendidik anak dengan kekerasan serta kemarahan.

"Dalam memberikan pendidikan bagi anak perlu ketelatenan, kesabaran serta kecerdasan sehingga anak tidak tergantung dengan ‘pendidikan’ di internet. Peran orang tua memang amat dominan untuk mengantarkan anak ke masa depan," terangnya.

Ketua panitia milad pesantren Assalam Kranggan, Temanggun, Catur Denny Firmanto, menjelaskan, seminar smart perenting merupakan puncak acara dalam peringatan ulang tahun ke-30 pesantren tersebut. Sebelumnya, berbagai kegiatan dilakukan untuk meramaikan ulang tahun pesantren tersebut.

Diantara aneka  perlombaan yang digelar hari ini. Antara lain Lomba Cerdas Cermat (LCC), audisi Dai dan Daiyah, kaligrafi, hingga tahfudz atau menghapal juzz 30 kitab suci Alquran. Juga, lomba olah raga antar santri. (Mud)

BERITA REKOMENDASI