Peserta KB di Magelang, Baru Capai 56,94 Persen

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemkab Magelang melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA), terus meningkatkan jumlah peserta KB baru di 21 kecamatan diwilayahnya. Dari data Dinas PPKB PPPA, peserta KB baru hingga November 2017 kemarin, baru mencapai 56,94 persen.

“Selain masih banyaknya angka pernikahan dibawah usia 21 tahun, angka kematian ibu dan anak serta perceraian yang masih tinggi diwilayah ini, kami juga masih memiliki pekerjaan rumah lagi. Yakni meningkatkan jumlah peserta KB baru yang hingga november baru mencapai 56,94 persen,” kata Kepala Dinas Sosial, PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti Rabu (13/12/2017).

Sebelumnya saat sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Aula Kantor Kecamatan Kajoran, Selasa (12/12/2017) kemarin, di 21 kecamatan diwilayah ini, angka peserta KB baru terbanyak justru terdapat di Kecamatan Ngablak yang mencapai 79,83 persen. Kedua di Kecamatan Mungkid 72,93 dan ketiga di Kecamatan Pakis 67,27 persen.

“Dari data ini, kami melihat kesadaran masyarakat untuk ikut KB justru muncul di daerah pedesaan. Karena di daerah perkotaan seperti di kecamatan mertoyudan baru mencapai 43,68 persen dan muntilan 49,24 persen. Kalah jauh dengan kecamatan ngablak dan pakis yang berada di lereng gunung merbabu,” ungkapnya.

Sementara Kepala Sub Bidang Advokasi dan KIE BKKBN Propinsi Jawa Tengah, dr Ratih Dewantisari menambahkan, kalau warga sadar akan pentingnya KB, diyakini akan sejahtera kehidupannya. "Melalui KIE, kita memberikan informasi atau perlindungan KKBPK (Kependudukan, KB, Pembangunan Keluarga). Diantaranya melalui sosialisasi tentang keluarga berencana, penggunaan alat kontrasepsi dan lainnya. Kita berharap, masyarakat dapat mengikuti progam ini sehingga diharapkan semakin sadar arti pentingnya pengendalian pendudukan melalui KB," imbuhnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI