Peserta Temanggung Fair 2019 Merugi, Omzet Terjun Bebas

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Omset Temanggung Fair pada 2019 terjun bebas dibanding pada tahun sebelumnya, yakni mencapai 1000 persen dari Rp 13 miliar menjadi Rp 1,2 miliar. Peserta Temanggung Fair menyatakan merugi dan mempertimbangkan untuk ikut di even tersebut pada tahun depan.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung Roni Nurhastuti mengatakan selama penyelenggaraan Temanggung Fair pada Kamis sampai Senin (24-28/10) omset terbesar dari stand lokal yang mencapai Rp 771 juta dan stand mobil sekitar Rp 400 juta dengan dua transaksi.

"Tahun lalu omset mencapai Rp 13 miliar, tahun ini dengan konsep 100 persen Temanggung omset Rp 1,2 miliar," kata Roni.

Dia mengatakan tidak ada catatan berapa jumlah pengunjung selama even tersebut. Pada even organizer (EO) sebetulnya sudah diminta dari awal sudah meminta dihitung tetapi sampai dengan akhir belum bisa menghitung. Namun diperkirakan pengunjung dari luar tidak ada. Yang tercatat perolehan kantong darah oleh PMI yang mencapai sekitar 180 kantong darah.

"Pelaksanaan sendiri baik selama lima hari, tidak hujan, sehingga pengunjung leluasa menyaksikan produk di Temanggung Fair ini," katanya.

Dia menyatakan meski 100 persen Temanggung, tetapi peserta ada yang dari luar. Sebelumnya EO menjanjikan peserta dari luar 20 persen, namun justru terbalik dari luar 80 persen sedangkan peserta dari Temanggung 20 persen, yang antara lain dari perbankkan, PDAM dan BKK.

"Yang 100 persen stand di dalam gedung atau UMKM 100, kuliner dan kopi, yang multi produk 20 persen  yang dari Temanggung, " katanya.

Seorang peserta Setyo mengatakan tata letak atau setting Temanggung Fair keliru. Seharusnya panggung di dalam yang dikelilingi stand sehingga pengunjung yang datang menikmati hiburan tertarik untuk menikmati kuliner dan produk UMKM.

"Ini warga datang langsung pulang tanpa menikmati kuliner dan produk UMKM," katanya.

Dia mengatakan selama 5 hari pameran mendapat sekitar Rp 1,5 juta. Pendapatan itu adalah pendapatan kotor, sehingga tidak menutup untuk biaya sewa Rp 3 juta, untuk menutup operasional. Padahal pada tahun lalu pendapatan berlipat. " Kami mempertimbangkan lagi partisipasi untuk Temanggung Fair di tahun depan," katanya.

Peserta lainnya, Rendra mengatakan berbagi stand dengan temannya. Ia berjualan bakmie, sedangkan temannya ayam goreng. Pendapatan yang diperoleh tidak menutup, bahkan merugi. " Kami sudah optimal, tetapi pameran tahun ini sepi, teman lainnya juga mengeluh serupa," katanya. (Osy)

 

 

BERITA REKOMENDASI