Petani Bawang Putih Temanggung Berharap Iba Pemerintah

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani bawang putih mulai mengendur untuk bertanam bawang putih, karena merugi sebagai dampak harga tidak laku dan menumpuk di rumah. Petani berharap pemerintah dapat memikirkan nasib mereka.

Kepala Desa Petarangan Jumarno menyampaikan bawang putih menumpuk di rumah-rumah penduduk karena tidak laku dijual. Petani kemarin menyambut hangat program pemerintah untuk swasembada bawang putih. ” Mereka menanamnya, untuk mewujudkan swasembada. Tapi dengan peristiwa ini, ke depan mungkin akan mengendor,” kata dia, Rabu (20/5).

Dia berharap Menteri Pertanian kemarin sudah datang memanen bawang putih di Desa Petarangan untuk memikirkan nasib petani bawang putih, dengan membeli dengan harga mahal.

Dikatakan pemkab setempat telah membuat kebijakan keharusan PNS membeli bawang putih lokal, namun belum mampu menyerap sesuai yang diharapkan sebab jumlahnya sangat kecil dibanding stok. ” Pembelian dari pegawai dengan harga Rp22.000 per kilogram,” kata dia.

Bupati Temanggung M AlKhadziq mengakui pembelian bawang putih lokal dari petani oleh pegawai negeri sipil (PNS) di kabupaten tersebut belum mampu mengurangi stok secara signifikan.

BERITA REKOMENDASI