Petani Belum Mengetahui Tatacara Pembelian

KEBUMEN (KRjogja.com) – Ada kebijakan petani diperbolehkan membeli premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan jeriken. Namun dalam kenyataannya masih banyak petani di Kebumen yang masih awam tentang kebijakan itu.

"Banyak pula yang tak tahu menahu tentang tata cara meminta surat rekomendasi untuk pembelian premium dengan jeriken tersebut. Selama inimembeli premium dari pengecer bahan bakar minyak (BBM). Setelah pengecer dilarang membeli premium di SPBU dengan  jeriken, kami pun beralih membeli pertalite di pengecer BBM tersebut. Kami
sama sekali tak tahu cara meminta surat pengantar agar bisa membeli premium  sendiri dengan jeriken," ujar petani melon Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal  Kebumen, Supriyatin, di lahannya, Senin (22/08/2016).

Supriyatin memiliki kebutuhan bahan bakar cukup besar untuk mesin dieselnya sepanjang musim tanam melonnya di lahan 0,25 hektar, yaitu 120 liter per bulan. "Setelah dari premium pindah ke pertalite, per bulan saya menghabiskan Rp 900 ribu untuk membeli pertalite yang di desa saya harganya Rp 7.500,- per liter. Sedangkan harga premium di desa saya Rp 6.900,- per liter," jelas Supriyatin.

Menurut Supriyatin, ketidaktahuan petani tentang tata cara pembelian premium disebabkan mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang hal itu. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI