Petani Berharap Harga Tembakau Meningkat

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Di tengah cuaca yang tidak menentu, petani tembakau di lereng Gunung Sindoro Kecamatan Kledung Temanggung optimnis akan mendapat hasil panen tembakau berkualitas bagus dan terjual dengan harga menguntungkan. Seorang petani di Desa Tlahap, Ahmad Salah mengatakan cuaca tahun ini cukup ekstrem bagi tanaman tembakau, yakni curah hujan masih cukup tinggi di lereng atas gunung Sindoro meski telah memasuki musim kemarau.

“Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pada Juli cuaca sudah kering. Tidak ada hujan yang berguna untuk menuakan daun tembakau,” kata Ahmad Salah, Kamis (21/07/2022).

Dia mengemukakan sejak terakhir panen raya tembakau di Kabupaten Temanggung 2021 lalu atau memasuki musim penghujan tahun 2021, hingga saat ini hujan masih terus menguyur. Dia menerangkan budidaya tembakau sangat tergantung dari cuaca. Pada awal penanaman, tumbuhan membutuhkan air yang cukup.

Tetapi lanjutnya, hingga pemetikkan atau panen tidak lagi membutuhkan hujan. Air hujan akan mengurangi kandungan tar dan nikotin bahkan merusak tanaman.

Petani Desa Legoksari Bari mengatakan biasanya petani mulai tanam tembakau saat memasuki bulan April, dan panen raya mulai bulan Agustus hingga Oktober.

“Sampai saat hujan masih sering menguyur, padahal harapan petani saat memasuki bulan Juni seperti ini sudah mulai panas, dan intensitas hujan sudah sedikit, namun ternyata yang tejadi sebaliknya,” ucapnya.

Petani lainnya, Eka Yadi mengatakan saat ini dirinya masih sangat optimistis cuaca akan berubah dalam waktu dua bulan kedepan.

Harapan, ucap dia kualitas tembakau bisa semakin baik, sehingga harga jual tembakau bisa terdongkrak, setelah dalam kurun waktu dua tahun terakhir harga jual tembakau terpuruk.

Dia mengatakan pada panen raya tahun 2021 harga tembakau rajangan kering paling mahal Rp70 ribu per kg. Pada 2022 berharap dengan cuaca yang semakin membaik, harga jual tembakau bisa meningkat. “Semoga tahun ini pabrikan bisa membeli tembakau Temanggung di atas Rp100 ribu per kg, sehingga petani tidak merugi lagi” kata dia.

Dia juga berharap pemerintah bisa membantu memberikan solusi terbaik bagi petani dan perwakilan pabrikan tembakau di Temanggung. Yakni agar pabrikan bisa membeli tembakau Temanggung dengan harga sesuai kualitas. “Kami berharap pemerintah membantu mendongkrak harga tembakau agar menguntungkan petani dan pabrik rokok,” kata dia.

Sementara itu petani di daerah Kecamatan Tretep dan Wonoboyo telah panen. Petani mulai mengolah untuk menjadi tembakau rajangan kering.

Wakil Ketua DPRD Temanggung Daniel Indra Hartoko mengatakan meski mulai memasuki panen tembakau disebagian wilayah Temanggung, namun belum ada informasi kuota serapan tembakau dari pabrik rokok. “Pabrik rokok harus segera menyampaikan kuota pembelian dan kualitas yang diinginkan. Sehingga petani dapat bersiap dan menyediakan tembakau yang diinginkan,” kata dia.

Dia mengatakan tata niaga tembakau juga harus lebih dipermudah selain itu dalam pembayaran juga lebih cepat. “Proses pembelian dan pembayaran uang hasil tembakau harus lebih dipermudah. Begitu tembakau dibeli, pabrik rokok langsung membayarnya pada petani dan tidak menunggu dengan berbagai alasan,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI