Petani Bibit Mulai Kesulitan Pasar

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Para petani produksi bibit tanaman di Kabupaten Purworejo, terutama di daerah sentra pembibitan di wilayah Kecamatan Kemiri, kini mulai kesulitan memasarkan produk. Bahkan sebagian bibit yang tidak terjual, akhirnya rusak atau tumbuh semakin besar dan tidak layak lagi sebagai bibit tanaman.

“Selama ini warga di daerah sentra bibit tanaman ini terus memproduksi bibit tanaman, terutama untuk tanaman tahunan seperti albasiah maupun jati, namun pemasarannya semakin seret,” kata Supriyono, salah seorang petani bibit dari Kemisi, Senin (17/2).

Dalam acara critical voice poin (PVC) atau serap aspirasi publik di pendapa rumah dinas bupati Purworejo, Supriyono mengeluhkan kesulitannya memasarkan bibit tanaman yang diproduksinya. “Akibatnya petani menjualnya dengan harga dibawah standar,” keluhnya.

Dicontohkan, beberapa jeni bibit tanaman terpaksa ada yang dijual hanya Rp 500 per batang. “Padahal di luar daerah bibit itu dijual seharga Rp 4.000 per batang,” tandasnya.

Diakui untuk wilayah Purworejo, khususnya di Kecamatan Kemiri selama ini sudah dikenal sebagai daerah sentra bibit tanaman, terutama untuk tanaman keras, tanaman tahunan dan bahkan tanaman buah-buahan. Pemasarannya pun sudah menyebar hingga luar Jawa. Namun karena tekerbataan modal, sehingga petani seperti terdesak untuk segera menjual produknya. “Produk bibit tanaman ini juga sudah menjadi ekon Purworejo,” jelasnya.

Pihaknya mengaku butuh bantuan pemerintah untuk memberikan pembinaan. “Atau paling tidak untuk membentuk semacam koperasi bersama guna menolong petani,” katanya berharap. (Nar)

BERITA TERKAIT