Petani dan Pengusaha Herbal Gelar Temu Bisnis

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang sebagai penanggung jawab program Iptek Bagi Desa Mandiri (IBDM) herbal di Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang menginisiasi temu bisnis antara petani dengan pengusaha herbal di Gedung Rektorat UM Magelang, Selasa (10/10/2017). Diharapkan, temu bisnis ini akan menjadi awal saling bersinergi antara keduanya.

“Kita berharap dengan pertemuan ini, mereka bisa saling bersinergi. Apalagi, keduanya sama-sama saling membutuhkan. Petani butuh pemasaran, sedang pengusaha butuh bahan baku,” kata Ketua Tim Pelaksana IBDM dari UM Magelang, Oesman Raliby disela-sela pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menghadirkan tiga nara sumber. Meliputi Dr Kintoko dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang juga pakar tanaman herbal. Kemudian dari Koperasi Olahan Herbal ‘Sekar Bumi’, Tri Silfianta Hermawan dan Rudi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

“Untuk peserta dari pengusaha, diantaranya kami hadirkan PT Capung, Galuga Herbal dan Joglo Herbal. Sedang dari unsur petani, selain petani herbal di kecamatan tempuran, kami hadirkan juga beberapa petugas penyuluh pertanian lapangan di kecamatan tersebut,” lanjutnya.

Sebelum pertemuan ini, pihaknya telah mendampingi Desa Growong di Kecamatan Tempuran sejak Maret 2017 kemarin, untuk melaksanakan program IBDM tersebut. Direncanakan program ini akan selesai 2019 mendatang. Sebagai tahap awal, telah dicanangkan kampung herbal di Desa Growong. “Untuk tahap akhir nantinya, Desa Growong ini akan ditetapkan sebagai desa mandiri herbal berkelanjutan berbasis masyarakat,” tegasnya.

Sementara Kades Growong, Sudigdo Hadi mengaku senang dan berterima kasih pada tim pelaksana IBDM yang telah berkenan mendampingi masyarakatnya. Pihaknya bersama masyarakat akan memanfaatkan program IBDM dengan harapan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. (Bag)

BERITA REKOMENDASI