Petani Dapat Bantuan Kendaraan Pengangkut Sampah

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Mayoritas pemerintah daerah di Indonesia belum menggunakan teknologi modern dalam pengelolaan sampah, bahkan pengangkutan menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA) masih secara tradisional sehingga mengakibatkan bau.

" DKI Jakarta pun pengangkutan sampah secara tradisional, di gerbang tol Cibubur sangat bau sampah karena truk pengangkut sampah antre masuk untuk ke TPA," kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Harry Poernomo, Kamis (17/11).

Dia berada di Temanggung untuk mengisi Sosialisasi Infrastruktur Hijau dan penyerahan bantuan 10 sepeda motor pengangkut sampah beroda tiga dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada sembilan desa dan satu yayasan sosial di Temanggung.

Harry menambahkan sampah jika tidak dikelola dapat menimbulkan bencana, seperti banjir, polusi dan menimbulkan berbagai penyakit. Maka itu pemda dan masyarakat harus mengelola sampah dan dimanfaatkan untuk tujuan positif. " Gas metan dapat dimanfaatkan untuk memasak, sampah juga menghasilkan kompos atau pupuk," katanya.

Dikatakan, penanganan sampah harus mulai dari hulu yakni sektor rumah tangga dengan mengurai sampah yang organik dan non organik. Sampah seminim mungkin tidak dibuang ke TPS atau TPA namun dikelola dan manfaatkan, seperti bank sampah, dijadikan kompos, atau kerajinan.

Kepala Pusat Pengendalian Pengembangan Ekoregion Jawa Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan di Yogyakarta Dr Sugeng Priyanto mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan berbagai peralatan mulai dari kendaraan pengangkut sampah sampai pemanfaatan sampah, selain itu juga penguatan kelembagaan masyarakat dalam pemanfaatan sampah. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI