Petani di Luar Kawasan Banjir Mulai Panen

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Para petani Kebumen di kawasan yang terdampak banjir pada pertengahan Januari 2019 lalu, hingga Senin (04/03/2019) masih berkutat untuk merawat tanaman padi hasil penanaman ulang. Namun di saat yang sama, para petani di luar kawasan banjir di sejumlah kecamatan di Kebumen kini justru mulai memasuki musim panen.

“Bahkan, setelah selesai panen ini kami akan segera mempersiapkan musim tanam padi berikutnya, mumpung masih musim penghujan," ujar petani Desa Ambalkumolo Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Soleh, di lahannya, Senin (04/03/2019).

Selain di Ambalkumolo, panen padi pertama di musim penghujan kali ini juga terjadi di desa-desa sekitarnya seperti Bocor, Tambakprogaten, Tanjungsari, Ayam Putih di Kecamatan Buluspesantren, serta sejumlah desa di Kecamatan Ambal, Klirong, Petanahan dan Kebumen. Bahkan, di sebagian desa yang memasuki masa panen padi, terlihat banyak petani menjemur padinya di tepi jalan raya ataupun di lapangan desa.

"Syukurlah desa kami bisa terhindar dari banjir sehingga tanaman padi kami selamat dan hari ini rata-rata sudah mulai panen," ujar Soleh yang menanam padi jenis IR36 dengan masa panen di umur 100 hari.

Sejumlah petani yang sedang memanen padi maupun menjemur gabah mereka ketika  ditemui menjelaskan bahwa harga gabah pasca panen kali ini masih cukup menguntungkan petani. Para pedagang yang sudah aktif mendatangi petani yang sedang panen di sawahnya, hingga Senin (04/03/2019) masih bersedia membeli gabah petani dengan harga yang tinggi mengingat belum memasuki panen raya.

Untuk gabah kering giling para pedagang rata-rata mematok harga Rp 6.500,-/kilogram, sedangkan gabah basah Rp 4.500,-/kilogram. "Tapi kebanyakan petani di sini lebih memilih menjual padi kering giling meskipun harus bersusah payah menjemurnya selama seminggu," ujar petani Desa Bocor, Rasno. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI