Petani Dilatih Teknologi Kultur Jaringan Untuk Pengembangan Benih Tanaman Holtikultura

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Wilayah Salaman Magelang telah dikenal sebagi sentra pembibitan aneka jenis buah-buahan. Bahkan, namanya sudah dikenal hingga luar Magelang termasuk juga luar Pulau Jawa. Salah satunya petani pembibit tanaman adalah Kelompok Tani Dadi Berkah dan KCP Krandan Ciblon Papringan di Dusun Kebonkliwon, Desa Kebonrejo Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

Dari sentra pembibitan buah, kini mengembangkan Agro Edu Wisata (AEW) Krandan Ciblon Papringan (KCP). Para anggota Poktan tersebut, telah secara turun temurun menggeluti pembibitan tanaman, salah satu andalannya adalah durian. Permintaan pasar yang kian meningkat rupanya tidak berbanding lurus dengan tenaga petani pembibit tanaman. Kerena itu para petani sangat berharap adanya teknologi pembibitan massal yang mudah, cepat dan berkulitas.

Sebagai mitra binaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES), Poktan Dadi Berkah dan KCP Agropark tahun 2021 ini, difasilitasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan kegiatan “Diseminasi Teknologi Kultur Jaringan Untuk Pengembangan Benih Tanaman Holtikultura Pada Kebun Bibit Kradan Ciblon Papringan (KCPP)”, di Kabupaten Magelang. Acara yang bertempat di Kradan Ciblon Papringan (KCP) Agroprak, Sabtu (20/11/2021) dihadiri oleh para petani anggota Poktan Dadi Berkah dan KCP di Kabupaten Magelang.

Kegiatan dilakukan secara langsung tatap muka namun terbatas ini, menghadirkan ketua tim program “Kultur Jaringan Untuk Pengembagan Benih Tanaman Holtikultura Pada Kebun Bibit Kradan Ciblon Papringan (KCP) Agropark” di Kabupaten Magelang, Dr Eka Yuli Astuti, MA LPPM Unnes beserta tim yang terdiri dari bebarapa dosen UNTIDAR Magelang.

Sedang rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar kegiatan praktik penerapan teknis pembibitan pisang cadvendish, porang, vanilli, dan tanaman holtikultura lainnya. Selain itu dilakukan pelatihan pembibitan durian dengan Teknik kultur jaringan. Mulai dari dasar-dasar teknis kultur tunas, bahan baku produksi dan sampai pada praktek lapangan yang dipandu oleh pakar kultur jaringan yakni Tukang Kultur.

Ketua tim program, Dr Eka Yuli Astuti MA mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra Kelompok Tani Kebun Bibit Krandan Ciblon Papringan Agropark dalam teknis pembibitan pisang cavendish dan tanaman hortikultura sesuai dengan standart bebas penyakit sistemik. Adapun peserta kegiatan mempraktikkan secara langsung cara Pengembangan Benih Tanaman Holtikultura yang dipandu oleh tim.

Kades Kebonkliwon, Sajidun menyatakan, bahwa teknologi kultur jaringan ini sudah sangat lama diharapkan oleh masyarakat di desanya. Seperangkat Alat Laboratorium Kultur Jaringan dan pelatihan pembibitan dengan Teknik kultur jaringan yang diberikan UNNES dan BRIN, ini dipastikan sangat bermanfaat untuk pihaknya. “Kami berharap UNNES terus mendampingi kami, dan KCP Agropark kami harapkan bisa menjadi pusat tempat pelatihan kultur jaringan untuk petani di Magelang,” pungkas Sajidun. (Bag)

BERITA REKOMENDASI