Petani Gelar Sadranan Sapar Tumpeng

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Petani kopi dan padi di Desa Ketitang, Kabupaten Temanggung menggelar tradisi sadranan Sapar yang ditandai kirab tumpeng nasi putih beserta ingkung ayak jantan dan lauk pauknya, Jumat (11/11).

Dipimpin tokoh agama dan juru kunci makam, Jufriyono, warga mengawali kirab dengan berkumpul dan berdoa di masjid setempat. Setelah dirasa lengkap mereka berjalan menyusuri jalan-jalan desa sambil mengusung tumpeng yang diletakkan di atas tampah menuju makam Surodilogo yang berada di pinggir pemukiman.

Di makam, mereka meletakkan tumpeng, kemudian duduk bersimpuh untuk berdoa bersama dipimpin juru kunci makam. Usai berdoa, tumpeng, ingkung ayam jantan dan lauk pauk lainnya dimakan bersama-sama oleh warga yang hadir di makam tersebut.

Jufriyono mengatakan upacara adat sadranan sapar digelar tiap bulan Sapar jatuh pada Jumat Kliwon. Tujuannya bersyukur atas segala karunia, meminta perlidungan dan minta limpahan rizki pada Tuhan Allah, selain itu untuk melestarikan adat istiadat dan budaya yang bernilai ibadah.

" Pada ritual terkandung kearifan lokal antara lain kegotongroyongan, kebersamaan, mencintai alam semesta, dan kedamaian serta kesederhanaan," katanya.

Dia mengatakan rangkaian sadranan sapar selain kirab tumpeng, adalah bersih lingkungan desa, pengajian, dan pergelaran wayang kulit yang berlangsung selama dua malam satu hari. Pada gelaran wayang kulit ini sekaligus meruwat bumi agar warga desa terlepas dari mara bahaya.

Disampaikan sadranan juga untuk mengenang perjuangan Tumenggung Mangkuyudho, seorang tokoh dan ulama besar yang hidup pada masa Mataram Islam yang ditugasi menyebarkan agama Islam di wilayah Kedu yakni Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Dia dibantu kiai Abdurrahman, eyang Proyogati, eyang Surodilogo dan eyang Notoyudo. Tumenggung Mangkuyudo ini meninggal dan dimakamkan di Desa Ketitang.

" Tokoh-tokoh tersebut yang berjasa dalam menyebarkan agama dan nilai-nilai kedamaian di sini, nilai-nilai itu terus terpatri dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, " katanya sembari menjelaskan ingkung ayam jantan sebagai pesan bahwa warga harus jantan atau berani dalam membela dan memperjuangkan kebenaran dan keadilan. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI