Petani Kebumen Tetap Semangat Tanam Semangka dan Melon

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Kendati baru mengalami panen yang kurang menggembirakan, namun para petani semangka dan melon kawasan pesisir Kebumen di Kecamatan Mirit, Ambal hingga Buluspesantren tetap bersemangat memulai musim tanam di awal Oktober 2017. Hamparan luas areal tanam semangka dan melon di sepanjang pesisir tiga kecamatan bisa menunjukkan semangat tinggi itu.

"Sebagian besar hasil panen kami di bulan September 2017 lalu memang mengecewakan, karena kualitas buah sebagian besar kurang bagus dan terjual dengan harga murah. Namun ironisnya, buah yang kualitasnya agak bagus pun harga jualnya jauh di bawah harga normal," ungkap petani melon Desa Pasar Senen Kecamatan Ambal Kebumen, Saefudin di lahannya, Minggu (08/10/2017).

Penyebab rendahnya kualitas semangka dan melon pesisir Kebumen yang ditanam di bulan Agustus 2017 dan dipanen di bulan September 2017 lalu disebabkan merajalelanya serangan hama, diantaranya hama kutu putih. Para petani sudah berupaya untuk mengatasi serangan hama tersebut, namun rata-rata gagal.

"Memang ada pula petani yang agak beruntung karena dampak serangan hama pada tanamannya tak terlalu parah. Tapi, hasil panennya tak maksimal karena hanya menghasilkan buah kualitas sedang atau kelas B, bukan buah kualitas super atau kelas A," jelas Saefudin.

Petani lainnya, Supri mengunkapkan, melon kelas B yang dihasilkan petani hanya laku Rp 3.000/kg, padahal harga normalnya Rp 4.000/kg. Sedangkan semangka kelas B hanya laku Rp 800/kg atau di bawah harga normal Rp 2.000/kg.

Sementara melon kelas C hanya laku Rp 1.000/kg atau di bawah harga normal Rp 2.000/kg. Adapun semangka kelas C hanya laku Rp 600/kg atau di bawah harga normal  Rp 1.000/kg. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI