Petani Lega, Alokasi Pupuk Bersubsidi Mencapai 58 Ribu Ton

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Temanggung pada 2018 sebanyak 58 ribu ton. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun sebelumnya dan diperkirakan mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan petani sepanjang tahun.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Harnani Imtikhandari mengatakan 58 ribu ton pupuk bersubsidi itu terinci urea 22 ribu ton, SP36 3 ribu ton, NPK 9 ribu ton, Za 13 ribu ton dan pupuk organik 11 ribu ton.

" Tidak usah khawatir, tidak usah khawatir, pupuk sudah berdasar hitungan dan diperkirakan cukup," katanya, Senin (19/3/2018).

Dia mengatakan kartu tani yang dipegang petani dapat sebagai alat kontrol dalam pembelian pupuk. Petani tidak dapat membeli di atas kuotanya. Kuota itu diberikan berdasarkan usulan dari kelompok tani, dasarnya adalah luasan lahan yang dimiliki petani.

Memang diakuinya, adanya kartu tani membuat sebagian petani khawatir jika kuota pupuk yang didapatnya tidak memenuhi kebutuhan selama musim tanam.

“Pupuk yang tersedia tersebut sesuai dengan rencana detail kebutuhan kelompok (rdkk) yang diajukan oleh para kelompok tani,” katanya.

Dia menyampaikan pada April mendatang, Pemkab Temanggung akan kembali mengalokasikan tambahan pupuk Za. Karena pada bulan tersebut ada tanam tembakau serentak oleh para petani di lereng gunung Sumbing, Sindoro
dan Perahu.

Dia mengemukakan berdasar data pada 2017 kebutuhan rata-rata pupuk Urea untuk areal pertanian padi di Kabupaten Temanggung sekitar 20.000 hingga 22.000 ton per tahun. Sedangkan untuk pupuk SP 36 sebanyak 4.060 ton, Za sebanyak 11.705 ton dan pupuk organik masih rendah, yakni sekitar 24 persen dari alokasi 13 ribu ton.

“Kami berharap petani dapat menyerap lebih banyak pupuk organik dan pupuk lainnya untuk memenuhi kebutuhan petani,” katanya. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI