Petani Lereng Sidoro Panen Bawang Putih

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani bawang di lereng Gunung Sindoro yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Budi Lestari, Desa Katekan, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung memanen bawang putih. Tanaman bawang putih yang dipanen ini ditanam pada akhir 2017 yang merupakan bantuan dari APBN Perubahan 2017.

Ketua Gapoktan Budi Lestari, Puryadi mengatakan para petani di wilayahnya pernah menanam bawang putih tahun 1990an, namun karena pada waktu itu harga bawang putih murah kemudian petani tidak mau menanamnya.

"Waktu itu dengan kesadaran sendiri petani menanam bawang putih, namun karena harganya hancur gara-gara bawang putih impor maka petani tidak mau menanam lagi dan baru sekarang ini menanam dan panen lagi," kata Puryadi, Selasa (08/05/2018).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi mengatakan produktivitas tanaman bawang putih di Desa Katekan rata-rata 8,5 persen atau masih di bawah  produktivitas di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan yang produktivitasnya mencapai 10 ton per hektera. "Produktivitas bawang putih disini di bawah Desa Glapansari, kemungkinan karena pemupukan kurang maksimal dan bibitnya bukan lokal Temanggung," katanya.

Dikatakan tanaman bawang putih bisa tumbuh dengan baik didaerah itu, pekerjaan saat ini  bagaimana pembenahan untuk mengejar produktivitas. Dikemukakan pada 2018 luas tanaman bawang putih di Temanggung bertambah, dari tahun 2017 seluas 1.170 hektare, tahun ini menjadi 1.930 hektare.

Petani akan kembali menanam bawang putih usai tanam tembakau, yakni sekitar bulan Oktober. Dia menyampaikan luasan tanam bawang putih 2018 hampir 2.000 hektare, membutuhkan bibit sekitar 1.000 ton. Untuk mencukupi kebutuhan bibit tersebut, petani sudah siap dari hasil panen saat ini.

Di Kecamatan Ngadirejo, dikatakannya terdapat lima desa yang menjadi sasaran program budi daya tanaman bawang putih seluas 95 hektare, meliputi Desa Katekan 40 hektare, Munggangsari 15 hektare, Giripurno 10 hektare, Tegalrejo 20 hektare, dan Desa Purbosari 10 hektare.

Pengamat Hama Penyakit Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Temanggung, Rohmad mengatakan dalam program budi daya bawang putih ini pihaknya terus mendampingi petani.

"Dari sisi hama dan penyakit, hampir tidak ada kendala yang berarti. Kami melakukan pengendalian hama dan penyakit menggunakan bahan ramah lingkungan," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI