Petani Tembakau Lima Kabupaten Diajari Bikin Pestisida Alami

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Sebanyak 20 petani tembakau dari lima kabupaten di Jawa Tengah belajar membuat pestisida organik, di sekolah tani milik Kelompok Tani Makmur Desa Pringgowijayan Kecamatan Kutoarjo, Jumat (23/3). Petani Pringgowijayan mengajari mereka mengolah berbagai bahan alami dan limbah tanaman.

Ketua Kelompok Tani Makmur Purwoto mengatakan, petani secaa spesifik diajari cara mwmbuat mikroorganisme lokal (mol), zat pengatur tumbuh dan pestisida alami. "Ada banyak bahan di sekitar kita yang dapat diolah untuk tujuan budidaya tanaman. Namun kita sering tidak sadar, mengabaikan dan lebih memilih beli di toko," katanya kepada KRJOGJA.com, disela pelatihan.

Bahan alami yang bisa diolah antara lain buah maja, air cucian beras, rebunh, daun tembakau, sulur tanaman waluh, air kelapa dan bonggol tanaman pisang. Sementara bahan yang harus dibeli adalah tetes tebu.

Pestisida organik dibuat dengan mencampur daging buah maja, air degan, tetes dan daun tembakau. Campuran itu dimasukkan dalam wadah kedap udara dan siap digunakan setelah dua minggu. 

Zat pengatur tumbuh dibuat dengan mencampur rajangan bonggol pisang, rebung, sulur waluh, air cucian beras, air kelapa dan tees tebu. Sementara mol dibuat dari campuran tetes tebu, garam, bekatul, urea, mineral, semen dan tepung jagung. "Proses selanjutnya sama, disimlan dalan wadah kedap udara," ucapnya.

Puluhan petani dari Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Magelang dan Purbalingga memang sedang pelatihan itu dalam rangka peningkatan kapasitas. "Mereka peserta Magang Pertanian Terintegrasi untuk Petani Tembakau, diselenggarakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, didanai Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT)," tutur pelaksana lapangan Distanbun Jateng Ahmad Jahidi.

Ditambahkan, peserta mengikuti pelatihan sejak Kamis (22/3) dan berakhir Minggu (24/3). Kegiatan dipusatkan di sekolah tani Kelompok Tani Makmur Pringgowijayan. "Sarananya lengkap dan di sini bisa belajar integrasi pertanian padi dengan peternakan sapi," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan bertujuan menambah pengetahuan petani tembakau. Selain budidaya tembakau, petani harus bisa menguasai teknik pertanian organik, pemanfaatan kotoran untuk pupuk dan budidaya komoditas lain. Mereka juga diajari pemasaran produk secara online. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI