Petani Tembakau Tanggulangin Gelar Sadranan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Para petani tembakau warga lereng gunung Sumbing di Dusun Tanggulangin Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang menggelar ritual Sadranan di makam pepunden Kiai dan Nyai Tanggul, Sabtu (13/05/2017). Ritual ini digelar sebagai ungkapan sukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan atas segala nikmat yang diberikan.

Sesepuh Adat Desa Tanggulangin, Muh Supriyono mengatakan, Sadranan di Tanggulangin digelar tiap pertengahan ruwah dalam kalender masyarakat Jawa, atau dua minggu sebelum Ramadan. Menjadi rangkaian Sadranan adalah membersihkan tempat tinggal dan lingkungan, tidak lupa sumber air dan menanam pepohonan sebagai bukti cinta pada alam semesta.

Sadaranan dipusatkan di makam Kiai dan Nyai Tanggul. Mereka dipercaya warga sebagai cikal bakal perkampungan ratusan tahun lalu. " Kami berdoa arwah Kiai dan Nyai Tanggul dan seluruh leluhur diampuni Allah. Tidak lupa nenek moyang atau leluhur kami," katanya.

Pada ritual yang digelar jelang Ramadan itu, warga berharap segala dosa leluhur diampuni Tuhan dan mendapat rahmat berupa peningkatan kesejahteraan dari hasil budidaya tembakau pada 2017. Sadranan tidak hanya dari warga desa namun juga warga dari beberapa kabupaten tetangga.

Sadranan sendiri diawali dengan mengarak gunungan tumpeng Agung yang terdiri nasi kuning, hasil bumi, uang kertas dan daun tembakau dari halaman rumah kepala dusun menuju ke makam pepunden dengan menyusuri jalan dusun. Warga juga membawa membawa tenong berisi nasi bucu lengkap dengan ingkung ayam kampung, jajan pasar dan buah-buahan.

Setiba di komplek makam, warga selanjutnya menggelar doa yang dipimpin sesepuh desa. Usai itu, gunungan selanjutnya dibagikan pada warga yang datang. Warga pun makan bersama nasi yang dibawa. Sebagian nasi yang dibawa dibagikan pada warga luar desa yang datang untuk dibawa pulang. (Osy)

BERITA REKOMENDASI