Petani Tembakau Temanggung Berharap Cuaca Mendukung Disisa Masa Petik

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRjogja.com – Guyuran hujan setidaknya dalam empat hari terakhir di berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung berdampak kurang menguntungkan bagi dunia pertembakauan. Petani berharap cuaca berpihak dengan tidak lagi turun hujan sampai akhir musim petik, sehingga didapat daun tembakau berkualitas dan dapat diproses menjadi tembakau rajangan terbaik.

Ketua DPC APTI Kabupaten Temanggung Siyamin mengatakan hujan mengguyur hingga lahan tembakau di lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Akibatnya daun yang telah menua menunggu petik menjadi basah dan kembali muda. Tanah juga basah.

“Setelah tersiram hujan, kandungan nikotin pada daun tembakau kembali rendah, ini yang dimaksud kembali muda, butuh proses lama untuk menaikkan kandungan nikotin,” kata Siyamin, Rabu (15/9).

Siyamin menerangkan butuh waktu minimal satu minggu untuk menaikkan kandungan nikotin yang ditandai daun menjadi tebal dan siap dipetik. Ini dapat terjadi jika cuaca mendukung yakni daun terpapar sinar matahari sepanjang hari dan tanpa hujan.

Dia mengatakan daun tembakau di lahan masih tersisa 15 – 20 persen. Daun tersebut banyak ditunggu petani karena merupakan daun terbaik, jika diproses menjadi tembakau rajangan kering masuk pada totol E dan F keatas. Totol ini harganya mahal, hingga Rp 150 ribu perkilogram. Daun tembakau srintil harga diatas Rp 150 ribu perkilogram.

Beda dengan daun petikan sebelumnya, lanjut dia, yang ketika dijadikan tembakau rajangan kering harganya lebih rendah. Saat ini oleh pabrikan rokok dibeli Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per kilogram. Harga itu sangat merugikan petani, sebab tidak menutup biaya produksi, seperti pengolahan lahan, pemeliharaan dan produksi menjadi tembakau rajangan kering.

BERITA REKOMENDASI