Petani Terdampak Banjir Tanam Ulang, Bibit Padi Tua Diburu

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Banyak petani terdampak banjir di sejumlah desa di Kebumen yang tanaman padinya puso, kini harus melakukan penanaman ulang di lahan pesawahan mereka. Namun untuk mengejar waktu agar tak terlambat panen, mereka lebih memilih bibit padi berumur tua ketimbang harus menyemai benih sendiri. 

"Untuk menyingkat waktu agar bisa cepat panen, kebanyakan petani yang tanamannya puso membeli bibit padi yang sudah tua atau yang berumur 30 hari hingga 40 hari," ujar pedagang bibit padi di Pasar Giwangretno Kecamatan Sruweng Kebumen, Sabar, Minggu (10/02/2019).

Sabar mengakui sejak dua minggu terakhir ini dirinya banyak menerima pesanan bibit padi berusia tua dari para petani terdampak banjir di Kecamatan Sruweng, Adimulyo dan Karanganyar Kebumen. 

"Bibit padi yang dijual di sini berasal dari petani bibit di Desa Menganti Kecamatan Sruweng. Petani tersebut memang setiap musim tanam selalu menyediakan bibit padi dalam jumlah banyak di lahan pesemaiannya untuk dijual lagi kepada petani yang membutuhkan," ujar Sabar. 

Di Pasar Giwangretno, harga bibit padi tua Rp 5 ribu/ikat. Setiap ikat padi berdiameter sekitar 20 sentimeter. Setiap petani biasanya membeli puluhan hingga ratusan ikat bibit padi, tergantung luas lahannya. Sedangkan jenis padi yang diminati oleh petani adalah Ciherang.

Selain di Pasar Giwangretno, bibit padi banyak pula dijual di Pasar Kutowinangun, Pasar Prembun, Pasar Koplak Dokar Kebumen dan Pasar Wonosari Kebumen. Bibit padi yang dijual di pasar-pasar tersebut berasal dari petani bibit di sejumlah desa di Kecamatan Kebumen, Kutowinangun dan rembun.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI