Petani Terlambat Menanam, Areal Tanam Malah Menyusut

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, musim tanam tembakau di Kebumen tahun 2018 ini mengalami keterlambatan waktu tanam. Bahkan, luas areal tanamnyapun mengalami penyusutan.

"Petani tembakau di Kecamatan Karangsambung saat ini rata-rata baru memulai bertanam tembakau di bulan Juli 2018. Padahal, tahun-tahun sebelumnya banyak  yang sudah mulai tanam di bulan April, Mei ataupun Juni," ujar petani tembakau  Desa/Kecamatan Karangsambung Kebumen, Solihin, di lahannya, Minggu (22/07/2018).

Keterlambatan tanam menurut Solihin disebabkan kebanyakan petani sejak Januari  hingga Juni 2018 lebih fokus kepada perawatan hingga memanen tanaman padi maupun  jagungnya.

"Setengah tahun terakhir ini kondisi cuaca lebih cocok untuk bertanam padi ataupun jagung, sehingga petani harus merampungkan panen padi ataupun jagung mereka. Barulah setelah itu sebagian petani mulai menanam tembakau," ujar Solihin.

Di lahan seluas 1.200 meter pesegi Solihin menanam bibit tembakau jenis Jero yang berumur 30 hari pada 25 Juni 2018 lalu. Diperkirakan, Solihin baru bisa memanennya pada akhir Agustus 2018.

Sedangkan Nasmo, rekan Solihin, mengungkapkan bahwa selain keterlambatan waktu tanam, di musim tanam tembakau kali ini jumlah petani yang bertanam tembakau jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, luas areal tanam pun mengalami penyusutan.

"Ditengah musim kemarau petani baru selesai panen padi dan jagung, menyebabkan kondisi tanah terlalu kering dan keras untuk diolah sehingga banyak petani di sini enggan menanam tembakau dan lebih memilih membiarkan lahan menganggur sambil
menunggu datangnya musim penghujan," ujar Nasmo.

Selain di Karangsambung, keterlambatan penanaman tembakau juga terjadi di  sentra-sentra tembakau Kecamatan Pejagoan, Karanggayam, Sadang dan Alian.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI