Petugas Perempuan Dinilai Lebih Tekun

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Petugas penyapu perempuan yang bekerja di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kebumen dipandang lebih mampu memenuhi standar kualifikasi kerja dalam menjalankan tugasnya dibanding petugas penyapu laki-laki. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen kini memutuskan hanya akan menempatkan perempuan sebagai petugas penyapu di Dinas PKPLH Kebumen.

"Berdasarkan pengalaman kami, petugas penyapu memang lebih cocok bila diampu oleh perempuan, karena lebih cermat dan tekun dalam bekerja dibanding petugas laki-laki. Karena itu, petugas penyapu kami semuanya perempuan. Sedangkan petugas laki-laki kami tempatkan sebagai pengangkut sampah dan merawat taman," ungkap Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PKPLHKebumen, Marjono MM di ruang kerjanya, Senin (11/09/2017).

Keputusan untuk hanya mempekerjakan perempuan sebagai petugas penyapu dengan waktu kerja 7 jam/hari tersebut menurut Marjono bukanlah eksploitasi tenaga terhadap petugas perempuan dalam menjaga kebersihan kota. Melainkan, semata-mata demi tercapainya efektifitas kinerja, mengingat mereka terbukti lebih teliti dalam hal pembersihan sampah tempat-tempat umum.

"Banyak yang beranggapan bahwa menyapu selama 7 jam per hari adalah pekerjaan fisik yang kurang sesuai dengan kodrat perempuan yang dianggap lemah secara fisik. Padahal sistem kerja mereka sudah kami atur sedemikian rupa secara proporsional agar tak terlalu memberatkan," ujar Marjono.

Saat ini Dinas PKPLH Kebumen memiliki 42 petugas penyapu yang semuanya perempuan, terdiri dari 8 pegawai negeri sipil dan 34 pegawai tidak tetap dan harian lepas.

"Mereka bekerja selama  7 jam per hari, yaitu 3 jam di pagi hari dan 4 jam di siang sampai sore hari. Lokasi menyapu mereka sudah kami atur dalam sistem zonasi, sehingga bila mereka tak bisa merampungkan sendiri jatah pekerjaan mereka biasanya dibantu oleh suami atau anggota keluarga lainnya," jelas Marjono. (Dwi)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI