Petugas Permasyarakatan Harus Kuasai Revolusi Industri 4.0

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Petugas lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan negara dituntut menguasai revolusi industri 4.0. Penguasaan teknologi informasi penting untuk bekal hidup pribadi, atau ditularkan kepada warga binaan.
 
Divisi Permasyarakatan Kantor Hukum dan HAM Wilayah Jawa Tengah berupaya meningkatkan kemampuan petugas lapas dan rutan dengan menggelar seminar peningkatan kapasitas di Rutan Purworejo. "Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan petugas, tujuan utamanya adalah membina kemandirian para narapidana," ucap Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Jateng Heni Yuwono, saat di Rutan Purworejo, Jumat (21/12).
  
Menurutnya, menghadapi revolusi industry 4.0 Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kemenkum dan HAM mewajibkan setiap lapas memiliki produk unggulan. Produk itu nantinya akan dipasarkan melalui sistem online internasional, sehingga dapat diekspor ke berbagai negara.

Produk dihasilkan warga binaan yang telah mendapat pelatihan kerja sesuai program atau kompetensinya. Saat ini, katanya, pemerintah tengah mengubah pandangan masyarakat bahwa lapas dan rutan kini menjadi lembaga produktif.

Selain bertujuan mempersiapkan narapidana menjadi manusia terampil, mandiri, menumbuhkan dan mampu mengembangkan usahanya setelah selesai masa hukuman. "Harapan kami program ini mampu mencipatkan manusia produktif yang didukung penguasaan teknologi informasi, sehingga mampu memberi kontribusi bagi pembangunan nasional," terangnya.
  
Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Widodo menambahkan, seminar tersebut dihadiri puluhan pimpinan dan staf Rutan Kebumen, Rutan Temanggung, Rutan Wonosobo, Lapas Magelang, Bapas Klaten, Bapas Magelang dan Bapas Semarang. Mereka mendapat penyuluhan Drs Bantolo MA CPL.MM pengusaha di bawah bendera Swastika Globe. (Jas)

BERITA REKOMENDASI