PGOT Butuh Rumah Singgah

 PURWOREJO, KRJOGJA.com – Penanganan sosial bagi pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) tidak bisa dituntaskan tanpa koordinasi lintas daerah. Terutama dengan kabupaten tetangga. 

Mengingat perlakuan terhadap mereka sering kali kurang manusiawi. Mereka hanya dibuang di daerah lain dan akan menjadi beben bagi daerah tempat pembuangan.

“Saya pernah mendapati sekelompok orang (PGOT) hanya diturunkan begitu saja dari kereta api (KA) di Stasiun Kutoarjo. Saya tidak tahu mereka dari daerah mana,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Purworejo Budi Wibowo SSos MSi, Senin (2/4).

Kondisi ini terjadi karena belum ada koordinasi dan kerjasama lintas daerah dalam penanganan PGOT. Mestinya mereka ditangani oleh daerah masing-masing dengan menggunakan anggaran daerah. “Kita memang punya jaminan kesehatan sosial daerah (Jamkesda). Untuk kebutuhan mereka. Hanya persoalannya, ketika mereka sudah sembuh sudah tidak tahu lagi dimana keluarganya. Mayorias mereka juga tidak membawa kartu identitas,” jelas Budi Wibowo.

Di Purworejo sendiri menurut Budi Wibowo, memang belum memiliki Rumah Singgah bagi PGOT yang telah dientaskan, akhirnya hanya dititipkan di SLB atau tempat lain yang memungkinkan. “Termasuk pula anak jalanan, biasanya setelah dikarantina, ketika mau dikembalikan ke keluarganya sering tidak mau,” keluhnya.(Nar)

BERITA REKOMENDASI