PKL Purworejo Plasa Diminta Berhenti Jualan

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemkab Purworejo meminta belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang
beraktivitas siang hari di halaman parkir Ruko Purworejo Plasa untuk tidak berjualan mulai
Rabu (23/4). Larangan itu dituangkan dalam surat pemberitahuan Dinas Koperasi Usaha Kecil
Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo, yang dikirimkan kepada pedagang yang berjualan
siang.

Pedagang rokok dan minuman, Safira mengatakan, surat itu datang diantar perwakilan  pemerintah pada Senin (21/4) malam. “Ternyata pemberitahuan jika kami tidak boleh lagi  berjualan, saya bingung harus bagaimana, terus terang tidak ada persiapan apapun,” katanya kepada KRJOGJA.com, Selasa (22/4).

Menurutnya, kebijakan itu serba mendadak. Pedagang, lanjutnya, tidak menyangka jika berakhirnya status Hak Guna Bangunan (HGB) Purworejo Plasa, turut berpengaruh pada aktivitas PKL.

Semua PKL yang ditemui, kata Safira, menyatakan kebingungan menanggapi rencana tersebut. Seluruh PKL siangbelum mempersiapkan lokasi baru untuk berjualan. “Kalau saya berharap toleransi pemerintah, sekarang sedang zaman sulit mencari nafkah akibat corona. Kalau boleh minta, kebijakan itu ditunda, jangan diberlakukan sekarang,” tuturnya.

Sebulan terakhir, omzet dagangan Safira anjlok drastis dibandingkan sebelum pandemi melanda. “Kalau dihitung, sehari sebungkus rokok saja tidak habis terjual. Kondisi ini dialami seluruh PKL siang, bahkan ada pedagang makanan yang sepiring pun tidak laku meski sudah seharian berjualan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Purworejo Drs Bambang Susilo ketika dikonfirmasi
KRJOGJA.com, membenarkan adanya surat tersebut. Pemkab menyurati pedagang karena terkait
penutupan dan rencana pembongkaran kompleks ruko.

Namun, pelarangan hanya berlaku untuk PKL siang sesuai dengan regulasi pemerintah. “Siang hari kawasan depan plasa adalah zona bebas PKL, sedangkan malam hari zona PKL kuliner. Jadi PKL kuliner malam tidak ada masalah,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI