PMI Antisipasi Krisis Darah Saat Ramadan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung mengingatkan pada pos-pos darah yang ada untuk menjadwal pengambilan donor darah, sebagai antisipasi terjadinya krisis darah di bulan Ramadan. Krisis darah biasa terjadi pada pertengahan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, penyebabnya permintaan dari masyarakat meningkat sementara kegiatan donor darah berkurang.

“Kami antisipasi krisis darah, kantong-katong darah dihubungi untuk dapat melakukan donor darah di ramadan. Sehingga ada ketersediaan yang aman, ” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Temanggung Sri Rejeki, Kamis (15/04/2021).

Sri Rejeki mengatakan pada awal Ramadan stok darah masih terbilang aman. Sebelum ramadan, warga atau sejumlah komunitas telah lebih dahulu donor darah, sehingga di ramadan bisa lebih khusuk beribadah. Meski donor darah di siang hari tidak terlalu berpengaruh pada puasa.

Ia mengatakan stok darah di PMI pada Kamis, untuk golongan darah A sebanyak 36 kantong, B sebanyak 72 kantong, O sejumlah 113 kantong dan AB sebanyak 35 kantong. Ketersediaan itu bai yang darah lengkap, trombosit dan sel darah merah.

Staf PMI, Tasrif menambahkan donor darah di ramadan, untuk komunitas muslim banyak dilakukan pada malam hari, yakni setelah sholat tarawih. Tetapi untuk yang non muslim biasanya di siang hari.

Dikatakan ada sekitar 85 kantong darah di Temanggung, yang berbasis sekolah, kantor, ormas, dan agama atau komunitas. “aKesadaran dalam donor darah terus beranjak tinggi, sehingga dalam hari-hari normal tidak ada permasalahan stok darah,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI