Pohon Ayoman Ditebang, Kawasan Alun-alun Purworejo Jadi Gersang

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Pembangunan atau revitalisasi kawasan Alun-alun besar Kabupaten Purworejo dengan menebangi sebagian pohon ayoman sangat disayangkan. Mengingat untuk membesarkan pohon-pohon itu membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan selama ini sudah berifungsi sebagai paru-paru kota, dan bahkan pernah mendapat predikat alun-alun terbaik se Indonesia.

 

“Kami sangat menyayangkan sebagian pohon di seputar Alun-alun Purworejo ditebangi sehingga terlihat gersang, dan jika cuaca panas, terasa sangat menyengat,” kata Penggiyat Lingkungan Godhong Bagelan  Purworejo Purnomosidi SIp, Senin (4/12).

Seharusnya lanjut Purnomosidi, untuk membangun kawasan Alun-alun tidak harus menebangi pohon yang sudah rindang, sebab untuk membuat lingkungan teduh dengan pepohonan membutuhkan watdu bertahun-tahun. “Itupun saya belum tahu apakah nanti setelah bangunan selesai akan dihijaukan lagu atau tidak,” katanya.

Seperti diberitakan, kawasan Alun-alun besar Purworejo sesuai rencana akan dijadikan sebagai kawasan wisata kota. Pembangunan telah dimulai. Sebagai tahap awal sejumlah pohon perindang ditebangi dan didirikan bangunan-bangunan tempat rekreasi, dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat rekreasi.

Namun dalam pelaksanaanya, ada pembangunan yang tidak sesuai harapan. Seperti gorong-gorong yang menggunakan bangunan beton cor pasang. Namun tidak simetris, tidak lurus sehingga sangat memungkinkan menjadi penghambat sampah dan berpotensi menimbulkan banjir. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI