Polemik Hari Jadi Purworejo Terus Bergaung

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Hingga usianya yang ke 1116 pada, Kamis 5 Oktober 2017 pelemik hari jadi Kabupaten Purworejo terus bergaung. Antara pro dan kontra kian mengemuka di setiap kegiatan hari jadi. Namun berdasar berbagai dokumen yang ada, hari jadi Purworejo tetap dilaksanakan setiap tanggal 5 Oktober, dan sudah berjalan sekian dekade hingga lima bupati Purworejo.

Polemik ini kembali mengemuka dalam Forum Komunikasi Dengar Pendapat Publik Critical Voice Point yang berlangsung di pendapa rumah dinas bupati setempat menjelang perhelatan hari jadi tahun ini.

Dari berbagai unsur masyarakat mengemukakan berbagai pendapat yang berbeda. “Saya melihat banyak kejanggalan dalam penetapan hari jadi ini, bahkan dilihat dari penetapan tahun, Purworejo termasuk sangat tua, 1116 tahun, jauh jika dibandingkan dengan daerah lain termasuk Yogya dan Surakarta, dan bahkan Jakarta yang merupakan kota tua,” kata R Muhammad Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat.

Perjanjian Gianti kata mantan pimpinan DPRD Purworejo ini, yang berimplikasi pada  pecahnya Surakarta dan Yogyakarta saja terjadi pada tahun 1755. Sementara Purworejo merupakan bagian dari kerajaan ini. “Belum lagi pecahnya perang Diponegoro di Purworejo yang kemudian menyusul terbentuknya pemerintahan di Purworejo,” jelasnya.

Widiastuti seorang guru yang tergabung dalam komunitas kota lama Purworejo menilai tidak ada kebenaran tunggal dalam penetapan hari jadi ini. (Nar)

BERITA REKOMENDASI