Polosoro Minta Jadwal Pilkades Dikembalikan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Paguyuban Kepala Desa, Lurah, dan Perangkat Desa (Polosoro) Kabupaten Purworejo meminta pelaksanaan pilkades serentak yang diundur, dikembalikan ke jadwal semula. Bupati Puworejo menerbitkan surat keputusan tentang penetapan pelaksanaan pilades serentak pada 9 Juni 2021. Keputusan baru itu mengubah SK Bupati Purworejo yang menetapkan pelaksanaan pilkades serentak pada 3 Mei 2021.

Ketua Polosoro Purworejo Suwarto mengatakan, penundaan jadwal pilkades dinilai berdampak yang situasi desa. Ditundanya pilkades hingga usai lebaran, lanjutnya, dapat mempengaruhi sosial masyarakat di desa, di mana Bulan Syawal, seharusnya diisi dengan silaturahmi dan saling memaafkan.

“Tapi kalau besok, warga masih memikirkan kontestasi pemilihan. Maka kami menilai, potensi gesekan semakin terbuka dan dapat memanaskan situasi,” terangnya kepada KRJOGJA.com, Senin (29/03/2021).

Apabila pilkades dilaksanakan pada 3 Mei 2021, katanya, maka lebaran dapat dijadikan momentum untuk kembali mengeratkan tali silaturahmi. Selain itu, ditundanya pilkades akan menambah beban pekerjaan panitia pilkades.

“Semua sudah disiapkan untuk 3 Mei, tapi hanya karena dua desa belum dapat calon, maka pelaksanaan pilkades 41 desa lainnya harus ditunda, sehingga mengubah semuanya. Kami berharap pilkades dikembalikan ke jadwal semula,” tegasnya.

Bakal Calon Kades Pringgowijayan Supriyono menuturkan, seluruh bakal calon telah mempersiapkan diri untuk pilkades 3 Mei 2021. “Sudah ada perencanaan, kami mau apa, ketika itu kami yakin akan finish pada 3 Mei. Penundaan itu mengubah semua strategi kami,” katanya.

Selain itu, penundaan pilkades dapat mengubah politik di desa menjadi semakin kurang kondusif. “Sebenarnya kalau bisa minta dikembalikan ke jadwal semua, tapi kalau tidak, mau bagaimana lagi, tetap harus diikuti. Untuk situasi di Pringgowijayan, saat ini tetap kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Purworejo Tursiyati mengemukakan, keputusan menunda pilkades dinilai tidak tepat. Senada dengan Polosoro, Tusiyati melihat ada potensi gejolak sosial apabila aturan penundaan tetap dilaksanakan.

Menurutnya, penundaan tidak baik dari sisi psikis, keamanan, dan kesehatan. “Harapan saya dikembalikan sesuai rencana. Jangan hanya karena dua desa yang tidak memenuhi syarat, jadwal pilkades serentak ditunda,” ungkapnya.
Komisi 1, lanjutnya, akan memperjuangkan supaya pelaksanaan pilkades dikembalikan ke jadwal semula. “Perwakilan desa juga memberikan harapan yang sama, yakni pilkades dikembalikan ke jadwal semula,” tandasnya.

Bupati Purworejo menerbitkan SK Nomor 160.18/160/2021 tentang perubahan atas SK 160.18/569/2020 tentang penetapan jadwal pelaksanaan pilkades serentak Kabupaten Puworejo tahun 2021. Adanya dua desa yang jumlah calon kadesnya belum memenuhi syarat minimal dua orang, yakni Sumbersari Banyuurip dan Benowo Bener, menjadi dasar diterbitkannya SK itu. (Jas)

BERITA REKOMENDASI