Polres Temanggung Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Apel gelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana alam Tahun 2021/2022, digelar Kepolisian Resort (Polres) Temanggung, Senin (22/11/2021). Apel gelar pasukan bertempat di halaman Polres Temanggung dengan jumlah personel terbatas dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Apel siaga gelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana alam di musim penghujan sebagai wahana untuk mengukuhkan koordinasi, konsolidasi dan komunikasi semua pihak di Temanggung.

Apel gelar pasukan dan peralatan itu antara lain diikuti TNI – Polri, Satpol PP, BPBD Temanggung, PMI Temanggung, dan instansi terkait lainnya. Apel dipimpin langsung Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin diikuti Wakapolres Temanggung Kompol Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi dan Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto.

Selain itu Kepala BPBD dan Para Pejabat Utama Polres Temanggung, Kapolsek Jajaran, serta pejabat Forkopimda lainnya. Kapolres Temanggung AKBP Burhanudin mengatakan siklus tahunan saat memasuki bulan Oktober, yakni saat terjadi peralihan musim dari kemarau menjadi penghujan. “Puncak musim hujan diperkirakan akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2022,” kata Burhanuddin.

Kapolres mengatakan secara umum wilayah Kabupaten Temanggung ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi terjadinya bencana alam sangat tinggi seperti tanah longsor, angin puting beliung dan banjir. Dikatakan penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, SAR maupun instansi terkait semata tapi juga peran penting dari masyarakat.

“Bencana tidak kita harapkan terjadi, namun kita harus tetap siap siaga dan waspada apabila sewaktu-waktu hal itu terjadi,” kata Kapolres Temanggung.

Kapolres berharap apel gelar kesiapan tidak hanya sekedar seremonial belaka, tetapi benar-benar harus dijadikan momen untuk meningkatkan sinergitas dalam tugas-tugas kemanusiaan. Ia mengungkapkan dalam penanggulangan bencana, setidaknya ada 3 (tiga) hal pokok yang tidak dapat kita tinggalkan yaitu pra bencana, kondisi tanggap darurat bencana dan pemulihan atau recovery.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Polres Temanggung itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam. Sebab, tanggung jawab penanggulangan bencana tidak hanya pada TNI, Polri dan BPBD saja namun menjadi tanggung jawab bersama, karena peran serta masyarakat sangat berarti bagi para korban bencana alam.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya apel kesiapan menghadapi bencana. “Semoga pengabdian dan kerja keras yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, “kata dia.

Ditegaskan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting untuk disiapkan dan dilakukan. Untuk itu mari senantiasa melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta jaga lingkungan masing masing dengan slogan ‘kita jaga alam, alam jaga kita’

Usai pelaksanaan apel gelar pasukan, Kapolres bersama Para Pejabat Utama dan Pimpinan masing-masing Instansi melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana.

“Kita sudah melaksanakan kembali pengecekan sarana dan prasarana serta kesiapan personel dalam menghadapi bencana alam. Kita bahu membahu, bersatu padu bersama masyarakat dalam mengatasi, menangani dan menanggulangi kejadian bencana alam secara proporsional dan profesional,” ungkap Kapolres.

Meski demikian, kata dia, juga berharap tidak terjadi bencana alam apapun di Kabupaten Temanggung. “Kita tetap lakukan kesiapsiagaan serta ketanggapan dalam menghadapi cuaca ekstrim yang mungkin terjadi,” kata AKBP Burhanuddin. (Osy)

BERITA REKOMENDASI