Polres Temanggung Sediakan Tim Siaga Kelahiran

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Polres Temanggung menyiapkan anggotanya untuk membantu pemudik yang tiba-tiba mengalami kontraksi dan segera melahirkan kendati belum memasuki hari perkiraan lahir (HPL).

Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Muhammad Fadlan mengatakan menjadi tugas setiap anggota kepolisian untuk melayani dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk perempuan yang merasa akan melahirkan ketika dalam perjalanan pulang.

“Jika terpaksa membantu persalinan akan dipersiapkan. Namun kesigapan diperlukan saat pelayanan pada warga yang membutuhkan,” kata Muhammad Fadlan, Rabu (05/05/2021).

Dia mengatakan pada Rabu siang, petugas dari Satlantas Polres Temanggung membantu warga hamil yang dalam perjalanan dari Wonosobo menuju Jombang. Warga tersebut adalah Siti Ulimah yang sakit perut saat berada di terminal Madureso yang kemudian dibawa ke Puskesmas Dharma Rini Kota Temanggung.

Anggota Satlantas Polres Temanggung Brigadir Kepala Petrus Sumaedi mengatakan ketika piket mendapat informasi dari rekan di terminal ada wanita hamil yang sakit perut dan diduga akan melahirkan.

“Kami langsung meluncur untuk membantu persalinan. Namun perkiraan masih agak lama karena belum pecah ketuban sehingga dibawa ke Puskesmas Dharmo Rini untuk ditangani dokter atau bidan,” kata Sumaedi.

Dia mengatakan Siti Ulimah sendiri dalam perjalanan, ia tidak didampingi keluarga termasuk suami. Polisi langsung menolong karena takut terjadi yang tidak diinginkan. Menjadi tugas polisi untuk menolong siapapun yang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan. ” Ia naik bus sendiri, karena merasa sakit di perutnya lalu turun di terminal Temanggung, Kami telah menghubungi keluarganya,” kata dia.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Dharma Rini Temanggung Kompyuti Utarie mengatakan hasil pemeriksaan medis pasien Siti Ulimah dan janinnya dalam kondisi baik. Diduga kesakitan tersebut karena mengalami kelelahan dalam perjalanan. “Pasien belum akan melahirkan, dan membawa ke puskesmas sebagai tindakan terbaik, untuk keselamatan ibu dan kandungannya,” kata dia, sembari mengatakan pasien diminta untuk istrahat. (Osy)

BERITA REKOMENDASI