Polwan Karanganyar ‘Resik-resik’ Jalur Pendakian Lawu

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Mengisi rangkaian hari jadinya ke-68, polwan Polres Karanganyar menggelar karya bakti dengan membersihkan jalur pendakian Gunung Lawu, Selasa (30/8). Di penggal jalur pendakian itu, polwan juga menanam seratusan bibit pohon.

Kegiatan bakti alam itu didampingi Anak Gunung Lawu (AGL) untuk menunjukkan lokasi tepat penanaman bibit pohon mulai posko Cemoro Kandang sampai pos 1 pos jalur pendakian di wilayah Jawa Tengah itu. Berbalut seragam lengkap, puluhan polwan berpangkat bintara ini memungut sampah berserakan seperti botol bekas air mineral, bungkus makanan kecil dan plastik pembungkus mi instan di jalur pendakian maupun lahan di sekitarnya.

 

Sekitar dua jam menyisir jalur itu membuahkan hasil berupa kantung-kantung sampah terisi penuh. Mereka juga merampungkan penghijauan yang sebelumnya dibuat lubang-lubang tanah oleh AGL dan Perhutani Surakarta untuk ditanami 125 bibit jenis damar, kina, dan beringin. Tak lupa, para aktivis lingkungan hidup ini juga memasang slogan bertuliskan saran peduli alam di beberapa titik.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di sela mendampingi kegiatan itu berharap aksi simpatik membersihkan sampah dan menanam pohon berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan. Menurutnya, hutan yang merupakan paru-paru dunia perlu dilestarikan. Adapun sampah berserakan dari aktivitas pendakian meracuni tanah dan mengganggu pemandangan.

“Mendaki gunung bukan persoalan fisik atau usia muda. Tapi hati bersih dengan niat ikhlas mengagumi ciptaan Yang Maha Kuasa dengan tidak merusaknya dengan pembakaran maupun buang sampah sembarangan,” jelasnya seraya menyebut bencana kabut asap harus diantisipasi.

Aksi simpatik dalam rangka HUT Polwan tersebut diharapkan menginspirasi komunitas lainnya untuk ikut bergabung. Kebetulan, kegiatan ini bersamaan dengan aksi serupa belasan pendaki dari salah satu manajemen makanan kemasan di Kota Gresik. Mereka juga memiliki misi serupa memungut sampah dari puncak Hargo Dumilah sampai ke pos paling bawah.

“Dua tahun terakhir banyak terjadi kebakaran hutan di pulau Jawa, Sumatera dan di wilayah lainnya. Bagus juga instansi pemerintah ikut peduli dengan penanaman bibit pohon dan membersihkan sampah,” terangnya.

Hasil sampah yang dipungut kemudian dikumpulkan ke pos AGL untuk kemudian dibuang ke TPS di Tawangmangu. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI