Positif Covid-19 di Wonosobo Tembus 1.000 Kasus

WONOSOBO, KRJOGJA.com- Jumlah akumulatif kasus konfirmasi positif virus korona (Covid-19) di Kabupaten Wonosobo telah melampaui 1.000 kasus, tepatnya 1.002 kasus hingga Minggu siang (18/10/2020). Kondisi tersebut diperparah dengan tingkat kematian pasien positif Covid-19 yang terus meningkat mencapai 49 orang atau prosentase kematian hingga 4,89%. Sedangkan jumlah pasien positif dirawat/isolasi masih ada 474 orang dan pasien sembuh mencapai 479 orang.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Wonosobo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Wonosobo Doktor (Dr) Jaelan Sulant, menjelaskan, saat ini sebagian besar pasien positif Covid-19 di rumah sakit lebih mengarah pada gejala sedang dan berat, sehingga potensi resiko hingga kematian juga semakin tinggi. “Jumlah kematian pasien akibat Covid-19 di Wonosobo mencapai 49 orang atau telah mencapai prosentase kematian 4,89 %,” jelasnya.

Menurutnya, penyebab lonjakan kasus tersebut tak lepas dari masih belum optimalnya kepatuhan warga masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Termasuk mulai munculnya penolakan terhadap upaya tracing dengan uji swab, sehingga menyulitkan petugas dalam percepatan penanganan.

“Kami minta warga masyarakat jangan mengabaikan prokes. Serangkan Covid-19 gelombang kedua di Wonosobo berbeda dengan serangkan gelombang pertama. Saat ini kehidupan sehari-hari cenderung sudah berjalan seperti biasa, sementara warga kurang menyadari bahwa ancaman virus korona masih berada di sekelilingnya,” tandasnya.

Penerapan prokes, seperti budaya kebiasaan baru dengan 3M plus sebenarnya mutlak harus menjadi kedisiplinan warga. Seperti tetap mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun atau sanitizer usai kontak dengan benda-benda, serta menjaga jarak interaksi sosial dan menjauhi kerumunan demi meminimalkan kontak dengan potensi resiko.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya perilaku sebagian pihak yang masih menganggap Covid-19 tidak ada, atau sekedar konspirasi, karena hal itu sangat beresiko menjadi pemicu kelengahan terhadap potensi penularan. Bahkan lebih parah lagi membuat kasus positif Covid-19 dengan gejala berat terus meningkat dengan potensi kematian semakin tinggi.

Melihat serangan Covid-19 yang semakin masif, jelasnya, tim satgas kabupaten hingga tingkat kecamatan dan desa terus berupaya menekankan pentingnya warga masyarakat agar taat terhadap prokes. Warga kontak erat dengan pasien Covid-19 juga diminta kooperatif saat petugas mengupayakan uji swab.

“Kami mohon dengan sangat agar warga kontak erat secara sadar melakukan uji swab. Berapa ribu pun permintaan uji swab, kami siap memenuhi. Penemuan dini melalui uji swab yang lebih cepat, jelas akan sangat mengurangi potensi resiko yang lebih fatal,” pungkasnya. (Art)

BERITA REKOMENDASI