Positif Covid di Sukoharjo Hampir Sentuh 2.000 Kasus

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus memantau pergerakan kasus positif virus corona. Angka menunjukan kenaikan dan hampir mendekati 2.000 kasus. Akumulasi sekarang tercatat 1.863 kasus tersebar di 12 kecamatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Jumat (04/12/2020), mengatakan, pergerakan angka kenaikan kasus positif virus corona sangat mencolok dimana sekarang hampir tembus 2.000 kasus. Kondisi tersebut berpengaruh pada pola penanganan dimana membutuhkan strategi khusus agar pasien bisa tertangani semua. Tingginya kasus positif virus corona membuat ruang isolasi di rumah sakit penuh.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sekarang diketahui akumulasi kasus positif virus corona sebanyak 1.863 kasus. Rinciannya, 151 kasus isolasi mandiri, 110 kasus rawat inap, 5 kasus isolasi mandiri di rumah sehat di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, 1.500 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 97 kasus meninggal dunia.

“Strategi yang kami lakukan sekarang meminta rumah sakit menambah ruang isolasi dan pasien kasus positif virus corona yang sudah sembuh dan masuk masa pemulihan akan kami pindah ke rumah isolasi di rumah sehat di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo,” ujarnya.

Proses pemindahan dilakukan agar ruang isolasi di rumah sakit bisa ditempati pasien positif virus corona baru. Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga memanfaatkan ketersediaan tempat rumah sehat di Mandan, Sukoharo agar tidak kosong dan bisa dipakai dalam penanganan pasien virus corona. “Ruang isolasi atau perawatan yang disediakan di rumah sakit nanti akan dikhususnya untuk pasien positif virus corona dengan penyakit penyerta,” lanjutnya.

Gerak cepat juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan meminta rumah sakit rujukan kasus positif virus corona untuk menambah dua bangsal ruang isolasi atau minimal 10 bed. Penambahan dilakukan sebagai persiapan sekaligus antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus positif virus corona.
“Posisi sekarang ruang isolasi di rumah sakit rujukan sudah penuh karena ada lonjakan kasus positif virus corona. Gugus tugas sudah meminta pada rumah sakit rujukan menambah ruang isolasi lagi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI