Potensi Zakat dari ASN Purworejo Rp 7,6 Miliar

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Potensi zakat infak dan  sodaqoh yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Purworejo cukup tinggi. Jika diasumsikan 75 persen dari seluruh ASN yang berjumlah delapan ribu orang, dan membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), maka akan terkumpul Rp 7,6 milyar dalam satu tahun.

“Dana sebesar itu sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM, Jumat (15/3). 

Namun menurut Agus Bastian, saat ini realisasi pengumpulan zakat masih belum maksimal. Tahun 2018 misalnya, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Purworejo baru mencapai Rp 2,8 milyar, yang berasal dari 1.908 muzakki. “Ini butuh penguatan kelembagaan pengelola zakat sekaligus sosialisasi secara terus menerus kepada ASN, agar mereka termotivasi untuk menunaikan kewajiban berzakat,” katanya pada pertemuan organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit pengumpul zakat (UPZ) BAZNAS di pendapa rumah dinas bupati setempat.

Persentase pengumpulan zakat yang masih kecil katanya, bisa jadi disebabkan berbagai faktor internal dan eksternal. Disamping kesadaran membayar zakat yang memang masih kurang, juga dipengaruhi faktor transparansi pengelolaan zakat, yang membuat keraguan para calon muzzaki (pembayar zakat). Di sisi lain, masih banyak yang belum tahu manfaat dari zakat ini, dimana sesungguhnya zakat tidak hanya berdampak terhadap penerima, tetapi juga terhadap pemberi zakat. (Nar)

BERITA REKOMENDASI