PPKM Kabupaten Magelang Bertahan Level 1

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Magelang, saat ini masih di Level 1. Hal itu didasarkan pada Intruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2022, tentang PPKM Corona Virus-19 di Jawa – Bali tertanggal 31 Januari 2022. Selain Kabupaten Magelang, di Jawa Tengah ada 10 Kabupaten dan 2 Kota yang masih bertahan di PPKM Level 1.

“Kabupaten Magelang masih di PPKM level 1. Meski demikian, kami tetap minta semua pihak untuk tidak lalai dan anggap enteng Virus Corona ini. Pandemi belum berakhir, jadi protokol kesehatan harus tetap ditegakkan dimana pun berada. Yang belum vaksin. Kami minta segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan agar segera divaksin,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Rabu (02/02/2022).

Terkait PPKM Level 1 ini, kata Nanda semua berkat kerja keras semua pihak. Selain capaian vaksinasi Corona Virus-19 dosis satu yang kini telah mencapai 838.668 suntikan atau 81,49 persen dari 1.029.210 sasaran, juga karena perkembangan kasus aktif pasien terkonfirmasi, masih dapat dikendalikan.

“Hingga akhir Januari 2022 kemarin, kasus aktif di wilayah ini tercatat hanya ada 20 kasus. Terakhir ada tambahan 3 tiga orang, tersebar di Kecamatan Mertoyudan, Bandongan dan Salaman. Dari 20 pasien terkonfirmasi itu, 4 orang diantaranya dirawat dirumah sakit dan 16 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” jelasnya.

Dengan tambahan tiga pasien terkonfirmasi baru itu, jumlah kumulatifnya menjadi 22.986 orang. Rinciannya 20 orang dalam penyembuhan, 21.850 orang sembuh dan 1.116 orang meninggal akibat Covid-19. “Untuk pasien suspek, kemarin ada tambahan 2 pasien baru. Mereka berasal dari Kecamatan Dukun dan Mungkid. Namun demikian, kemarin juga ada 1 pasien suspek sembuh, berasal dari Kecamatan Pakis,” ungkapnya.

Sementara untuk perkembangan vaksinasi, dari target 1.029.210 sasaran, dosis pertama telah mencapai 838.668 suntikan atau 81,49 persen. Dosis kedua 575.303 suntikan atau 55,9 persen dan dosis tiga, mencapai 6.032 suntikan atau 0,59 persen.

“Untuk dosis ketiga (booster), saat ini baru menyasar ke tenaga kesehatan 2.996 suntikan atau 108,44 persen. Kemudian petugas publik, 110 suntikan atau 0,12 persen, lansia 350 suntikan atau 0,25 persen dan umum mencapai 2.575 suntikan atau 0,38 persen,” tegasnya.

Sedang untuk vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun saat ini telah mencapai 79,65 persen atau sebanyak 90.638 suntikan untuk dosis pertama. Dosis kedua, baru 584 suntikan atau 0,51 persen. “Untuk vaksinasi remaja usia 12 hingga 17 tahun, dosis pertama telah mencapai 105.425 suntikan atau 89,1 persen dari target 118.328 sasaran. Dosis kedua, 87.112 suntikan atau 73,62 persen,” tandasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI