Presiden Jokowi Bagikan 3.800 Sertifikat di Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Proses sertifikasi tanah di seluruh Indonesia ditarget selesai pada tahun 2025. Pemerintah mendata, total bidang tanah di Indonesia mencapai 126 juta dan pada tahun 2015, masih kurang lebih 80 juta bidang yang belum bersertifikat. Pemerintah menggencarkan program sertifikasi tanah, sehingga jumlah tanah bersertifikat terus bertambah setiap tahun.

"Kalau kerja sama saya harus ditarget, untuk sertifikat tanah, semua harus selesai 2025. Untuk mencapainya, silakan menteri terkait memikirkan terobosannya," tutur Presiden RI Ir H Joko Widodo, saat pembagian 3.800 sertifikat di GOR WR Supratman Purworejo, Kamis (29/8).

Menurut Presiden, sertifikat tanah adalah produk hukum yang penting bagi masyarakat. Sertifikat menjadi bukti hukum yang sah tentang kepemilikan tanah. Adanya sertifikat mengurangi risiko terjadinya sengketa tanah.

BACA JUGA :

Lindungi Aset, Sukoharjo Kebut Penyelesaian Sertifikat Tanah

Dalang Perempuan Purworejo Dapat Kehormatan Pentas di Hadapan Presiden
  
Presiden mengaku kerap mendapat laporan adanya sengketa tanah antarapribadi atau pribadi dengan perusahaan, ketika berkunjung ke suatu daerah. Namun ada kalanya dalam persoalan itu warga kalah karena tidak memiliki sertifikat sebagai dasar hukum yang diakui di pengadilan. "Kalau pegang sertifikat, mau bersengketa di pengadilan juga berani, maka itu surat ini maknanya sangat penting," ucapnya.
  
Pemerintah serius menyelesaikan program sertifikasi. Untuk tahun 2019, pemerintah menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk sembilan juta bidang. Dulu, kata Jokowi, pemerintah menerbitkan 500 – 600 sertifikat tanah setahun. Kendati demikian, Presiden mengingatkan masyarakat untuk bijak apabila hendak memanfaatkan sertifikat tanah. Sertifikat memiliki nilai dan akan menggerakkan perekonomian apabila digunakan untuk mengakses permodalan. Namun, lanjutnya, akan menjadi jebakan apabila digunakan untuk kredit konsumtif. 

"Jangan utang bank untuk beli mobil bagus, pamer pada tetangga, senang-senangnya sampai bulan ke enam, setelah itu tidak bisa mengangsur. Mobilnya ditarik dealer, tanahnya hilang," tuturnya.

Jokowi juga berdialog dengan penerima sertifikat, Tri warga Desa Wingko Tinumpuk Ngombol dan Marghomi dari Desa Ketug Butuh. Presiden bertanya rencana keduanya dalam menggunakan sertifikat tanah. 

Tri akan menggunakan sertifikat untuk agunan pinjaman modal usaha ke bank, sedangkan Marghomi akan menyimpan dan mewariskan kepada anaknya. Keduanya diminta menghafal Pancasila, lalu diberi sepeda oleh Presiden.(Jas)

BERITA REKOMENDASI